Tuhan menciptakan jari tangan manusia ada 5. Masing-masing punya nama dan kegunaan.
Jempol atau Ibu jari biasany digunakan untuk berapresiasi. Menunjuk sesuatu yang baik, benar dan hebat serta memberi penghargaan bagi yang lebih tua, terhormat atau hal-hal terbaik saja.
Berikutnya adalah jari telunjuk. Gunanya menunjuk arah atau sesuatu yang perlu ditegaskan. Dalam keseharian kita, mungkin jari ini yang paling aktif bergerak. Apalagi jika si empunya adalah seorang pemimpin. Ia akan banyak memerintah dan melakukan hal-hal yang baik dengan bantuan jari ini. Di sisi lain, telunjuk lebih sering berfungsi sebagai hakim yang menentukan nasib seseorang itu benar atau salah. baik atau jahat dan seterusnya. Bahkan komedian Warkop pernah berseloroh bahwa hakim adalah orang yang menentukan hidup atau matinya orang lain. Singkat kata, telunjuk identik dengan (perbuatan) orang lain.
Jari tengah jarang digunakan secara terbuka. Apalagi diletakkan menghadap wajah pemiliknya. Perbuatan ini adalah penghinaan atau melecehkan orang yang ada di depannya. Jari tengah seringkali difungsikan sebagai alat untuk membersihkan kotoran hidung (ngupil) dan sejenisnya.
Sedangkan jari manis berfungsi sebagai tempat meletakkan sesuatu yang berharga, penuh kenangan dan mengandung symbol-simbol romantisme.
Terakhir adalah jari kecil atau kelingking. Meski jadi yang terakhir atau bungsu dan berukuran paling kecil, jari ini berfungsi ganda. Menjadi agen perdamaian sekaligus peperangan.Saat kita kecil jika marahan dengan kakak/adik/teman baikan nya dengan saling mengaitkan jari kelingking…
Dalam keseharian kita saat ini, jari-jari tangan kita seringkali dimanfaatkan secara terpisah. Jika diadakan pemeringkatan, pasti nya si jempol dan telunjuk menempati papan atas.yang paling sering kita gunakan. Itupun masih ditambah dengan catatan: bagi orang lain. Lalu, apakah sisa jari kita akan dinonaktifkan ? Mengapa tidak kita satukan saja agar mendapat kekuatan yang lebih dari sendiri-sendiri?
Kita akan mampu mengangkat beban berat dengan memfungsikan jari jemari kita, bahkan untuk mengangkat beban yang ringan sekalipun kita membutuhkan jari jari kita untuk melakukan nya.
Sebuah team dapat digambarkan seperti jari jemari tangan tadi. Dia akan menjadi team yang besar & solid saat semua bersatu dengan visi misi yang sama, sebuah target akan menjadi ringan jika dicapai dengan suatu kerjasama, sebuah perusahaan akan menjadi besar jika masing masing bagian berjalan saling mendukung satu dengan lainnya.Begitu juga dengan bangsa ini , Sejarah membuktikan bahwa ketika orang-orang jempolan seperti Sukarno, Hatta dan Syahrir menggenggam simpati rakyat (kecil), Indonesia mampu memroklamasikan kemerdekaan bangsanya dari penjajahan. Banyak contoh lain memberi bukti bahwa jari jemari yang bersatu dalam gengaman akan menjadi lebih baik dan kuat dari pada sendiri-sendiri.
Mengapa kita sekarang cenderung menyendiri, menganggap lebih mampu dan kuat jika berfungsi sendiri ketimbang bersatu merapatkan barisan dan mengokohkan kebersamaan..
Mungkin kitaperlu belajar dari jari jemari .
Jempol atau Ibu jari biasany digunakan untuk berapresiasi. Menunjuk sesuatu yang baik, benar dan hebat serta memberi penghargaan bagi yang lebih tua, terhormat atau hal-hal terbaik saja.
Berikutnya adalah jari telunjuk. Gunanya menunjuk arah atau sesuatu yang perlu ditegaskan. Dalam keseharian kita, mungkin jari ini yang paling aktif bergerak. Apalagi jika si empunya adalah seorang pemimpin. Ia akan banyak memerintah dan melakukan hal-hal yang baik dengan bantuan jari ini. Di sisi lain, telunjuk lebih sering berfungsi sebagai hakim yang menentukan nasib seseorang itu benar atau salah. baik atau jahat dan seterusnya. Bahkan komedian Warkop pernah berseloroh bahwa hakim adalah orang yang menentukan hidup atau matinya orang lain. Singkat kata, telunjuk identik dengan (perbuatan) orang lain.
Jari tengah jarang digunakan secara terbuka. Apalagi diletakkan menghadap wajah pemiliknya. Perbuatan ini adalah penghinaan atau melecehkan orang yang ada di depannya. Jari tengah seringkali difungsikan sebagai alat untuk membersihkan kotoran hidung (ngupil) dan sejenisnya.
Sedangkan jari manis berfungsi sebagai tempat meletakkan sesuatu yang berharga, penuh kenangan dan mengandung symbol-simbol romantisme.
Terakhir adalah jari kecil atau kelingking. Meski jadi yang terakhir atau bungsu dan berukuran paling kecil, jari ini berfungsi ganda. Menjadi agen perdamaian sekaligus peperangan.Saat kita kecil jika marahan dengan kakak/adik/teman baikan nya dengan saling mengaitkan jari kelingking…
Dalam keseharian kita saat ini, jari-jari tangan kita seringkali dimanfaatkan secara terpisah. Jika diadakan pemeringkatan, pasti nya si jempol dan telunjuk menempati papan atas.yang paling sering kita gunakan. Itupun masih ditambah dengan catatan: bagi orang lain. Lalu, apakah sisa jari kita akan dinonaktifkan ? Mengapa tidak kita satukan saja agar mendapat kekuatan yang lebih dari sendiri-sendiri?
Kita akan mampu mengangkat beban berat dengan memfungsikan jari jemari kita, bahkan untuk mengangkat beban yang ringan sekalipun kita membutuhkan jari jari kita untuk melakukan nya.
Sebuah team dapat digambarkan seperti jari jemari tangan tadi. Dia akan menjadi team yang besar & solid saat semua bersatu dengan visi misi yang sama, sebuah target akan menjadi ringan jika dicapai dengan suatu kerjasama, sebuah perusahaan akan menjadi besar jika masing masing bagian berjalan saling mendukung satu dengan lainnya.Begitu juga dengan bangsa ini , Sejarah membuktikan bahwa ketika orang-orang jempolan seperti Sukarno, Hatta dan Syahrir menggenggam simpati rakyat (kecil), Indonesia mampu memroklamasikan kemerdekaan bangsanya dari penjajahan. Banyak contoh lain memberi bukti bahwa jari jemari yang bersatu dalam gengaman akan menjadi lebih baik dan kuat dari pada sendiri-sendiri.
Mengapa kita sekarang cenderung menyendiri, menganggap lebih mampu dan kuat jika berfungsi sendiri ketimbang bersatu merapatkan barisan dan mengokohkan kebersamaan..
Mungkin kitaperlu belajar dari jari jemari .
Tidak ada komentar:
Posting Komentar