Tampilkan postingan dengan label Selling. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Selling. Tampilkan semua postingan

Jumat, 09 Oktober 2009

Menang Ditengah Kompetisi

Pepatah lama berkata bahwa penjualan adalah suatu permainan angka atau kemungkinan (probabilitas). Coba anda ingat ingat berapa banyak orang yang membeli dari anda dalam bulan ini? Apakah bila jumlah orang yang anda temui bertambah apakah penjualan anda juga bertambah?
Bila tidak, apakah prinsip diatas salah?

Sebenarnya tidak salah, secara matematis memang untuk mendapatkan lebih banyak order atau penjualan maka anda harus mempunyai lebih banyak prospek. Masalahnya kita tidak bisa membuat prospek menjadi pembeli ,apalagi menjadikannya pelanggan kita.

Kalau kita tidak dapat melakukan hal itu, tidak ada artinya kita mempunyai prospek banyak.

Apabila prinsip diatas di yakini semua tenaga penjual seperti kita, maka untuk mencapai kesuksesan dalam menjual kita harus melakukan dua hal:

1. Kita mengasah ”Sales Skill” kita
2. Kita harus berbeda

Anda harus berbeda dengan yang lain agar calon pelanggan tertarik pada kita. Apabila ketertarikan itu sudah ada, tinggal bagaimana anda menjalin relasi yang baik sehingga dari ketertarikan mereka menjadi punya keyakinan bahwa andalah yang dapat mereka percaya untuk mensupply produk yang mereka inginkan.

Keunikan bukan melulu diri anda tetapi anda juga harus menemukan keunikan pada produk maupun perusahaan anda. Anda tidak perlu ragu karena pada dasarnya semua manusia punya keunikan.

Carilah keunikan yang positif dan asahlah ”sales skill anda” agar penjualan anda meningkat

Pesaing, membuat anda maju atau mundur ?





Banyak salesman yang merasa takut apabila mereka berhadapan dengan kompetitor, apalagi dengan kompetitor yang mereka lihat banyak mempunyai kelebihan dibanding mereka. Parahnya lagi mereka menjadi kalah sebelum bertanding.

Apakah kompetitor selalu membuat kita kalah? Tentu tidak sebagian orang yang positif malah bisa membuat kompetisi sebagai arena pembelajaran untuk maju. Ada beberapa hal yang perlu kita ketahui supaya kita tidak berkecil hati menghadapi kompetisi.

  1. Jangan takut, takut membuat anda mempunyai seribu alasan mengapa anda ”akan” kalah. Dan anda tidak akan mencari cari untuk memenangkannya.
  2. Majulah terus karena bagaimanapun semua orang mempunyai kelemahan. Lebih baik memusatkan diri pada kelebihan anda dari pada kelebihan pesaing anda. Toh belum tentu kebutuhan pelanggan anda akan terjawab oleh kelebihan mereka, tetapi mereka justru tertarik oleh kelebihan produk anda. Misalnya pesaing anda mempunyai harga lebih murah, dan anda lebih mahal tetapi produk anda lebih bermutu. Belum tentu semua pelanggan mencari harga yang murah. Jadi ketahuilah kelemahan dan kelebihan pesaing anda, dengan begitu anda akan siap menghadapi suatu kompetisi.
  3. Sebelum membeli produk anda, pelanggan akan membeli ”diri anda” terlebih dahulu. Apabila mereka lebih menyukai anda, barang anda lebih mahalpun akan mereka beli.Jadi bangunlah relasi yang baik dengan mereka.
  4. Kompetisi adalah suatu cara untuk kita bertumbuh, apabila pelari cepat tidak mempunyai pesaing yang membuat mereka berusaha lari lebih cepat lagi, rekor rekor dunia tidak akan pecah. Kekalahan pertama membuat kita lebih baik pada pertemuan ke dua dan seterusnya.
  5. Kalau anda takut, yakinlah pesaing anda juga takut dengan anda.

KESEMPATAN






Ada 3 tipe manusia dalam melihat sebuah kesempatan.

Orang yang lemah, menunggu kesempatan.
Orang yang kuat, menciptakan kesempatan.
Orang yang cerdik/bijak memanfaatkan kesempatan.

Bagi orang lemah, bila kesempatan belum datang, dia akan menunggu dan menunggu sampai kesempatan itu datang, Bila ditunggu kesempatan belum juga datang, dia berpikir, yah…. Ini memang nasibku.

Tipe kedua: bagi orang kuat, bila kesempatan belum datang, dia akan mengunakan berbagai macam cara, kreatifitas, koneksitas, dan segenap kemampuannya untuk menciptakan kesempatan itu datang padanya.

Tipe ketiga: bagi orang cerdik/bijak, dia akan memanfaatkan kesempatan karena dia menyadari kesempatan adalah sesuatu yang berharga, belum tentu kesempatan itu datang untuk kedua kali.

Memang pada kondisi tertentu, kadang munculnya kesempatan itu butuh pematangan waktu. Kita perlu menunggu sesaat, tetapi bukan dengan sikap yang pasif, sebaliknya, kita menunggu kesempatan itu dengan sikap waspada, proaktif dan penuh kesiapan.

Seperti sikap seekor kucing yang akan menangkap tikus, kucing bisa dengan sabar, waspada, penuh kesiapan menunggu kesempatan tikus keluar dari lubang persembunyiannya. Begitu tikus keluar, kucing akan segera menyergap mangsanya.

Keberhasilan kucing melumpuhkan tikus adalah serangkaian proses melakukan 3 hal di atas, yaitu kemampuan menunggu kesempatan bukan secara pasif tetapi proaktif, penuh kesiapan. Begitu kesempatan tercipta langsung dimanfaatkan.

Kesempatan merupakan salah satu faktor yang harus dimiliki bagi siapa saja yang mau mengembangkan diri. Tanpa kesempatan yang tersedia, tidak mungkin kita bisa sukses. Oleh karenanya bila kesempatan belum datang, kita harus berusaha menciptakannya, bahkan di dalam kesulitan pun.
jika kita punya keuletan untuk berusaha terus menerus, suatu hari, kesempatan pasti akan datang.

Dengan kreatifitas, kerja keras, keuletan dan niat baik, kita mampu ciptakan kesempatan, memanfaatkan kesempatan untuk mengembangkan diri semaksimal mungkin dan memperoleh kehidupan yang lebih baik, lebih sukses, dan lebih berarti !!!

Yakinlah bahwa di dalam setiap kesulitan pasti terdapat kesempatan

Salam Sukses

Life For Happiness
Irma Sustika

Mengapa Terjadi Penolakan ?



Coba Anda bayangkan, ketika mendekati seseorang yang Anda taksir dan mengungkapkan maukah kamu jadi pacarku? Atau “Maukah kau menikah denganku?”. Apa yang akan terjadi jika Anda mengungkapkannya pada beberapa orang dan tidak ada seorang pun yang menolak? Apa kata dunia???

Atau coba juga anda bayangkan bila setiap kali menawarkan sebuah produk, sang prospek mendengarkan penjelasan anda dengan antusias dan dia berkata “OK, berapa harganya? dan ketika Anda menyebut suatu angka , sang prospek dengan entengnya menjawab “Okey, saya beli”,

Kalau itu yang selalu terjadi, wah , orang akan berduyun duyun untuk menjadi penjual karena pekerjaan sebagai penjual akan menjadi paling menyenangkan yang menjamin keuangan dan kesejahteraan tanpa halangan apapun


Jadi sebenarnya, jangan pernah menganggap penolakan sebagai suatu hal yang aneh, hal yang menakutkan., atau bahkan menganggap bahwa penolakan sama dengan kegagalan.

Apa Penyebabnya ?

Tidak percaya.

Dasar sebuah penerimaan adalah kepercayaan. Tanpa adanya kepercayaan, tak akan ada hubungan bisnis, apalagi penerimaan. Jadi, penolakan paling sering terjadi karena ketidakpercayaan terhadap ide yang kita sampaikan , barang, ataupun jasa yang ditawarkan atau bisa juga pada orang yang menawarkannya. Ketidakpercayaan ini bisa saja terjadi karena ketidaktahuan, informasi yang kurang, informasi yang salah, ataupun pengalaman buruk yang menciptakan citra buruk yang menghapuskan rasa percaya. Misalnya: Beberapa penjual dari berbagai perusahaan komputer menawarkan dagangan mereka kepada bapak Rudi yang sedang mencari komputer. Karena bapak Rudi pernah punya pengalaman buruk dengan perusahaan A ( after sales service yang buruk), maka tawaran dari perusahaan A ditolak. Perusahaan B yang menawarkannya juga ditolak karena pak Rudi merasa belum pernah kenal dengan perusahaan ini, sehingga ia tidak mau mengambil risiko berhubungan bisnis dengan perusahaan yang reputasinya belum ia kenal., atau bisa juga dia tidak percaya dengan penjelasan yang disampaikan si penjual


Tidak melihat manfaat atau nilai tambah.

Orang “membeli” barang, jasa maupun ide bila ia merasakan ada manfaat nya atau bisa memberi nilai tambah. Penolakan bisa terjadi bila prospek tidak melihat adanya manfaat ataupun tidak memberikan solusi atas kebutuhannya.
Misalnya: Rina dan Dian sebagai sales di bidang property menjual rumah dengan tipe, luas bangunan, dan lokasi yang sama persi kepada Bapak Togar
Rina secara detail menginformaikan kepada Bapak Togar spesifikasi teknis rumah yang dijualnya, seperti luas bangunan, jumlah kamar, listrik dan hal lainnya yang bersifat teknis.
Sementara Dian , berusaha menggali apa yang sebenarnya dibutuhkan oleh bapak Togar, baru dia menginformasikan berbagai manfaat rumah yang dijualnya kepada Bapak Togar , misalnya: lingkungan yang aman, pepohonan yang rindang, fasilitas keamanan 24 jam, dan lokasi yang dekat dengan berbagai fasilitas umum (Rumah ibadah, sekolah, pasar dan rumah sakit). Sudah bisa ditebak, rumah yang dijual oleh Dian lah yang akhirnya dibeli oleh Pak Togar, karena Dian tidak sekedar menjual “rumah” tetapi ia menjual “rasa aman, nyaman, lokasi strategis dan perlindungan dari resiko kerugian.
”Jadi, jangan jual produk atau jasanya secara teknis, tetapi terlebih utama jualah manfaatnya, karena orang bukan membeli barang atau jasa, tetapi menikmati manfaat dan nilai tambah dari barang dan jasa tersebut.

Harga

Jika “harga” terlihat terlalu “mahal” atau berada di luar kemampuan bayar “pembeli”, maka cenderung barang, jasa atau ide yang ditawarkan akan ditolak.
Sebenarnya “Mahal” atau “Murah” itu sangat relatif terhadap manfaat yang bisa dinikmati. Jika kita bisa meyakinkan bahwa manfaat yang ditawarkan jauh melebihi harga yang harus dibayar maka kemungkinan besar apa yang kita tawarkan akan diterima. Misalnya: sebuah printer berwarna seharga Rp 2 juta yang tadinya terlihat mahal akan terlihat relatif jauh lebih murah ketika manfaat lainnya sebagai scanner, dan mesin fax yang portable juga ditunjukkan (Beli satu printer dapat tiga manfaat). Jadi, daripada harus membeli tiga unit (printer, fax, dan scanner) dengan harga yang jauh lebih mahal, lebih baik beli satu printer dengan tiga manfaat.
Harga tidak akan menjadi penghalang, bila produk / jasa kita , memiliki nilai tambah dibanding pesaing ,

Penolakan tidak bisa dihindari, namun kita bisa memperkecil kemungkinan terjadinya penolakan.

Jangan pernah takut dengan penolakan, karena setiap penolakan yang kita terima, berarti kesempatan bagi kita untuk belajar belajar dan belajar lagi menjadi yang lebih baik


Salam Sukses

Irma Sustika

Kreativitas Penjual Sate Padang



Beberapa waktu lalu saat memberikan training di Batam untuk para sales force sebuah perusahaan disana, malam harinya saya dan seorang teman punya kesempatan untuk sedikit menikmati Batam di malam hari.

Berhubung saya hoby banget berburu makanan, akhirnya kita makan di dekat Nagoya Plaza, tempat berkumpulnya penjual makanan kaki lima.
Karena bingung mau makan apa, kita berdua jalan dari ujung keujung melihat jenis makanan yang ada disana. Bingung juga sih, beraneka ragam macam makanan ada disitu... sambil terus berjalan melihat jenis makanan yang tersedia..Akhirnya sampai diujung tempat berkumpulnya para pedagang itu, saya liat ada segerombolan gerobak gerobak yang jual Sate padang, wah boleh juga nih. Akhirnya kita berdua cari posisi aman dan nyaman untuk siap menyantap makan malam. Begitu kita duduk, penjual itu datang menghampiri kita, dan bertanya

Begitu kami duduk, sang penjual menghampiri dan menanyakan makanan yang akan kami pesan. Tanpa banyak buang waktu, kami memesan dua prosi sate padang.
Eh dia balik tanya lagi, daging nya daging apa ? ya saya jawab, sate nya daging aja ya pak, jangan pake jeroan jeroan ( maklum sate Padang kan selalu ada macem macem jeroan ) Eh dia balik tanya lagi, maksud saya sate nya pake daging apa bu ?

Nah loh, daging apa ? Memang pakai daging apa pak ? lalu si pedagang sate itu bilang, kita ada sate Padang daging sapi, sate Padang ayam, juga sate Padang daging kambing….
Giliran saya yang bingung, karena selama ini yang saya tau, sate Padang itu kan daging nya daging sapi, ( atau aku yang kuper ya ..he he he ) kenapa jadi ada rasa ayam dan rasa daging kambing ???? Wah kreatif juga nih pedagang pedagang sate disini, bisa memodifikasi dan membuat perubahan.

Karena penasaran, akhirnya saya pesan Sate Padang Ayam dan teman saya pesan sate Padang daging kambing .
Sambil nunggu pesanan datang, kita berdua ngrumpi deh ngobrol ngalor ngidul sambil ngintip ngintip tetangga kiri kanan yang sedang lahap menyantap sate Padang aneka rasa itu
Teman saya bilang “ Ir , orang orang disini kreatif juga ya , sate Padang jadi dimodifikasi, keluar dari pakemnya, katanya. Akhirnya kita jadi membahas sate Padang yang aneka rasa itu.

Menurut saya, bukan hanya kreatif, tapi mereka itu juga jeli membuat terobosan baru dan berani tampil beda, berani melakukan sesuatu yang baru dan berani menangkap peluang pasar..
lagi seru serunya kita berdua ngebahas sate padang yang aneka rasa itu, pesanan kita datang, tanpa menunggu lama, langsung kita melahapnya.. Rasanya ..hem.....ternyata wouw...enak bo..
Sambil menyantap sate Padang, kita berdua lanjut lagi ngerumpinya, saya bilang ke teman saya, eh liat deh gerombolan gerobak itu, coba deh lu itung, ngapain seh pake suruh ngitung gerobak segala, katanya, ya itung aja dulu n perhatiin baik baik. Sambil ngegerendeng akhirnya dia hitung juga sih..hi hi hi. Satu..dua..tiga.........17 . Trus dia bilang gini...gile 17 pedagang berkumpul jadi satu menjual janis makanan yang sama.

Sama sama sate Padang aneka rasa dan semuanya ada pembelinya, terlihat semua penjualnya sedang sibuk membakar bakar sate yang dipesan.
Ko mereka tidak takut kehilangan pembeli, ko mereka ga takut dagangan nya tidak laku karena banyak saingan , kata teman saya. Iseng iseng saya tanya ke salah satu penjual ” Pak ko disini jualan nya sama semua ? ga takut ga ada yang beli, apalagi lokasi tempat bapak jualan kan paling ujung nih ” apa pada ga berebut pembeli ?

Dengan entengnya si penjual sate bilang ” wah kita semua disini tidak pernah kekurangan pembeli bu, juga ga pernah berebut pembeli.loh ko bisa ? saya menimpali . Kita disini sudah punya aturan main sendiri , ujarnya. Kalau ada pembeli yang datang dan dia bukan langganan tetap salah satu dari kami, maka kita harus bergantian menerima pesanannya, terus pesanan nya kita bagi rata deh..jadi kalau sekarang saya yang kebagian pesanan dari ibu, nah nanti kalau ada pembeli lain yang datang , giliran teman saya yang lain yang kebagian pesanan, jadi kan adil..kita tidak perlu berebut pembeli
Disamping itu kita disini masing masing juga punya langganan sendiri sendiri, walaupun jenisnya sama, selera orang kan beda beda bu.


Ada beberapa hal yang bisa saya petik para penjual disana.

  • Kreatif dan berani untuk membuat sesuatu yang berbeda.
  • Kode etik. Ternyata pedagang kaki lima pun punya kode etik jualan loh.walaupun mereka saling berkompetisi dengan menjual produk yang sama di tempat yang sama pula. Kompetisi tidak menyurutkan semangat mereka, tetap bisa membangun kebersamaan tanpa harus sikut sana sikut sini untuk mendapatkan pelanggan
  • Unique Selling Point . Masing masing dari penjual sate itu juga memiliki Selling point tersendiri untuk mempertahankan pelanggan mereka masing masing. Barang yang dijual boleh sama, tapi banyak hal yang bisa dilakukan untuk mempertahankan pelanggan mereka masing masing, baik dari segi cita rasa dan pelayanan yang mereka berikan

Hemmm..benar benar suatu pemandangan luar biasa yang saya dapatkan malam itu.

Setelah kenyang menyantap sate Padang , kita berdua balik ke hotel deh..

See u sate Padang aneka rasa…


Life For Happiness

Irma Sustika

Perlakukan Pelanggan Anda Seperti Anda Ingin Diperlakukan



Resep diatas terdengar terlalu sederhana, tetapi sebenarnya sangat manjur. Resep lain yang mungkin selama ini selalu kita ingat adalah dekatilah pelanggan anda dengan penuh semangat, antusias, gembira dan hal hal pisitif lainnya.
Memang benar, anda bisa lakukan hal tersebut, tetapi anda juga dapat memakai suatu resep lain yang cukup simpel seperti judul artikel ini.

Tentunya,setiap harinya kitapun dalam posisi sebagai pembeli, apa yang akan anda rasa apabila anda diperlakukan tidak seperti yang anda harapkan??marah ? kesal ? atau bahkan malahan tidak jadi membeli ?

Namun sebaliknya,kalau anda merasa senang apabila anda menjumpai seorang sales yang begitu mengerti perasaan, kondisi anda dan kebutuhan anda,tentunya anda akan merasa senang, maka lakukanlah itu terhadap pelanggan anda sendiri.
Kalau anda senang apabila anda menerima seorang sales yang mampu menjelaskan dengan baik, jelas dan tidak memaksakan semua informasi, lakukan itu juga dengan pelanggan anda.
Kalau anda merasa senang ada seorang sales yang dapat membantu anda mencari solusi dan memilih produk dengan tepat, lakukanjuga hal tersebut terhadap pelanggan anda.

Jadi apabila ada sales lain ataupun sales kompetitor anda lebih baik, tidak usah berkecil hati dan mencari kambing hitam atas kegagalan anda. Belajarlah dari kelebihan mereka dan perbaikilah kelemahan kita.

Life For Happiness
Irma Sustika

8 Kesalahan Mendasar Yang Harus Dihindari oleh Seorang Penjual





Dalam melakukan penjualan, tanpa disadarinya.banyak penjual yang melakukan kesalahan-kesalahan mendasar, Padahal kalau sedikit berusaha untuk belajar, kesalahan-kesalahan tersebut tidak mungkin terjadi, sehingga target penjualan dapat tercapai.


Setidaknya ada 8 kesalahan mendasar yang sering dilakukan oleh penjual.


Yang pertama, penjual tidak menguasai product knowledge dengan baik. Sebagian besar penjual biasanya hanya menguasai Fitur dari produk yang dijualnya, namun sering kali yang terjadi penjual tidak menguasai Benefit maupun keunggulan dari produk yang dijualnya.. Banyak pertanyaan tentang produk oleh pelanggan, bahkan pertanyaan sederhana sekalipun, tidak dapat dijawabnya dengan gamblang. Sehingga pelanggan sering ragu dan tidak yakin dengan produk tersebut.


Kedua, penjual tidak siap menemui pelanggan. Persiapan yang dilakukan seperti: brosur, produk demo, testimoni, komputer, alat peraga, alat pendukung misal baterai untuk barang elektronik tidak disiapkan. Sehingga penjual kurang dapat meyakinkan pelanggan



Ketiga , Penjual tidak mengenali secara spesifik, apa yang sebenarnya dibutuhkan oleh si pembeli. Kesalahan ke dua ini terkait dengan kesalahan pertama, yakni penjual hanya mampu menguasai fitur dari produk Apakah produk tersebut bermanfaat bagi si pembeli atau apakah produk itu memberikan solusi atas kebutuhannya? hal ini yang sering dilewati oleh kebanyakan penjual.

Pada dasarnya bukan fitur yang dibeli oleh si pembeli, namun pembeli membeli BENEFIT baginya.


Keempat , Penjual terlalu banyak bicara, kurang mendengarkan apa yang sebenarnya diinginkan oleh pelanggan. Bila hal demikian terjadi, pelanggan sering menjadi tidak hormat atau perhatian terhadap penjual dan bagi si penjual, dia tidak dapat menemukan apa sebenarnya yang dibutuhkan oleh pembeli


Kelima, penjual tidak mendengarkan apa yang dikatakan oleh pelanggan baik tersurat ataupun tersirat. Kurang peka terhadap kebutuhan sebenarnya yang harusnya penjual penuhi. Misal keinginan untuk mendapat hadiah tambahan atau diskon khusus.

Keenam, penjual kurang peduli terhadap pelanggan. Ini adalah sesuatu yang penting. Sayangnya yang sering terjadi penjual hanya peduli dengan dirinya sendiri, misal hanya ingin target penjualan tercapaii. Setelah produk terjual, penjual tidak peduli lagi dengan pelanggan. Apakah dia puas atau bilamana produknya rusak tidak mau membantu.

Ketujuh , penjual tidak jujur dan tulus kepada pelanggan. Ini sesuatu yang serius, terlebih setelah menipu, penjual tidak merasa bersalah. Hasil seperti ini biasanya tidak panjang, karena kemudian pelangan tidak percaya lagi dengan penjual, meski penjual menjadi jujur sekalipun.

Yang terakhir, pelanggan sebenarnya tidak siap membeli produk penjual. Banyak sebab, diantaranya mungkin terlalu mahal, atau malah terlalu murah, mungkin produknya tidak cocok, mungkin ada pilihan lain yang lebih cocok untuk pembeli dan sebagainya.

8 kesalahan umum dan mendasar yang sering dilakukan oleh penjual seharusnya bisa dihindari, yang tentunya akan menghasilkan tingkat penjualannya..


Happy Selling



Life For Happiness


Irma Sustika LUTCF


Membangun Kepercayaan Diri Bagi Seorang Penjual





Untuk menjadi seorang tenaga penjual yang berhasil anda harus mempunyai kepercayaan diri. Tanpa rasa diri bagaimana anda bisa berhasil sebagai seorang sales?

Untuk mendapatkan keberhasilan dalam bidang apapun yang kita tekuni, kepercayaan diri selalu diperlukan.

Membangun kepercayaan diri sama artinya dengan membangun dan meperbaiki mental diri.

Tanpa adanya perbaikan dan perubahan dalam sikap mental dan kepercayaan diri anda maka jangan harap ada perubahan pada hasil yang anda capai.


Bagaimana meningkatkan rasa percaya diri dalam melakuan penjualan ?


1. Dapatkan selalu penilaian positif dari pelanggan anda.

Bertanyalah kepada pelanggan anda terhadap apa yang telah anda lakukan bagi mereka.

Jangan takut terhadap kritikan. Kalau masih ada yang perlu diperbiki, Lakukan segera ! untuk mendapatkan penilaian positif dari pelanggan anda.

Semakin banyak anda mendapatkan penilaian positif, maka akan semakin meningkatkan rasa percaya diri. anda, meningkatkan rasa percaya pada produk anda, team yang mensupport anda dan pelayanan anda.


2. Evaluasi

Evaluasi kembali semua hal yang telah membuat anda berhasil dalam proyek proyek terdahulu. Factor apa saja yang membuat pelanggan anda puas.


3. Bangga terhadap hasil yang telah dicapai

Berikan penghargaan pada diri anda sendiri atas keberhasilan keberhasilan kecil yang telah anda capai.


4. Belajar, belajar. dan belajar.

Belajarlah dari kegagalan, belajarlah dari kesuksesan.

Kegagalan jangan sampai membuat anda kehilangan rasa percaya diri, namun kesuksesan jangan membuat anda berpuas diri.




Kamis, 08 Oktober 2009

Perilaku Penjual Sukses



Para penjual hebat selalu menunjukan konsistensi perilaku yang dapat menghantarkan mereka menjadi jago jago penjualan. Apapun yang dijual oleh para top sales, mereka rata rata memiliki ciri dan karakter yang sama. Diantaranya :

Bertindak seperti wirausahawan.Para tenaga penjual yang hebat selalu memposisikan dirinya sebagai wirausahawan yang sedang menjalankan bisnisnya sendiri, walaupun mereka berada dibawah naungan perusahaan. Tenaga penjual yang berpikir sebagai pebisnis terlihat ” sangat termotivasi, Fokus dan terorganisir”

Selalu mengembangkan PROSESPara penjual sukses selalu mengembangkan proses dan sangat memahami proses yang membuat mereka sukses, dan terus menjalani proses tersebut untuk selalu mengembangkan kesuksesannya

Berfikir Tentang KLIEN, bukan KUOTAPenjual sukses selalu fokus pada pelanggan , mereka selalu mengenal pelanggannya dengan baik

Menjual SolusiMereka selalu melihat bahwa menjual tidak hanya sekedar menjual produk / jasa yang mereka jual, Namun mereka menjual solusi. Mereka mereka ini akan selalu menyesuaikan tawarannya untuk memberi solusi atas masalah yang dihadapi pelanggan

Tidak takut menjadi KREATIFDengan kreatifitas, penjual sukses mampu menemukan apa yang diharapkan pelanggan, dan memberikan nilai ( value ) bagi pelanggan )

Selalu aktif keluarPenjual sukses tidak hanya menunggu bola, berharap pembeli yang membutuhkan barang / jasa mendatangi mereka. Penjual sukses selalu keluar untk menemui prospek dan pelanggan. Mereka selalu menciptakan pertemuan pertemuan

Tahu kapan harus bergerakMereka tidak pernah menyia nyiakan waktunya, merekapun sangat pakar dalam membidik target market yang sesuai.

Selalu Up to dateMereka selalu mempunyai info terbaru tentang produk dan perusahaan, nya, tentang karakter bisnis pelanggan dan sangat mengetahui apa yang dilakukan pesaing

Cinta pekerjaanPara sales sukses sangat mencintai apa yang dikerjakannya


Happy Selling


Irma Sustika LUTCF

The Six Secret to Success Selling


Secret number One is FOCUS

Untuk menjadi seorang sales yang sukses, dibangun dari Dreams, Goals dan Plan
3 pertanyaan mendasar yang harus mampu kita jawab
Apa yang ingin kita capai ? Mengapa kita menginginkannya ? Bagaimana cara mencapainya
Fokuslah kepada tujuan dan rencanakan sukses yang ingin dicapai

Secret number Two : PRIDE
Kunci keberhasilan kedua dalam menjual adalah memiliki rasa BANGGA. Bangga pada diri ,Bangga pada Produk yang dijual, Bangga kepada perusahaan tempat kita bekerja , Sales yang tidak memiliki rasa BANGGA , dia menutup sendiri PINTU KEBERHASILANNYA

Secret number Three : SELLING SKILLS
Menjual bukan hanya sekedar TELL n SELL your Product.
Ketrampilan menjual ( Selling Skills ) adalah senjata kita untuk memenangkan penjualan.Bagaimana mendapatkan prospek yang tepat, bagaimana membangun hubungan , bagaimana mengetahui KEBUTUHAN calon pembeli, bagaimana memberikan Solusi yang tepat , bagaimana mempresentasikan penjualan, melakukan penutupan penjualan, serta membina hubungan jangka panjang dengan pembeli. Kesemua langkah tersebut membutuhkan penguasaan SELLING SKILLS yang baik.

Secret number Four : ACTIVITY
Memiliki ketrampilan menjual tanpa kemauan melakukan aktivitas penjualan ?
Tidak ada kesuksesan yang datang dengan sendirinya, tidak ada hasil yang luar biasa tanpa aktivitas yang kita lakukan. Goals dan Planning hanya akan menjadi angan angan tanpa aktivitas penjualan. Dengan aktivitas, kemampuan dan ketrampilan kita dalam menjual semakin hari akan semakin terasah, lebih jeli membidik pasar yang tepat, Skill level kita akan semakin meningkat, so pasti Closing ratio pasti meningkat.

Secret number Five : ENTHUSIASM
Antusiasme, ibarat bahan bakar menjalankan sebuah kendaraan. Antusiasme adalah bahan bakar menuju sukses penjualan.
Antusiasme lah yang mampu mendorong, menjalankan segala kegiatan penjualan kita menuju GOALS / tujuan yang telah kita tetapkan. Tanpa semangat, jangankan mampu berlari mengejar impian dan tujuan kita, jalanpun terasa berat

Secret number Six : COMMITMENT
Komitmen adalah rambu rambu menuju kesuksesan menjual. Komitmen pada diri sendiri, pada perusahaan juga pada pelanggan.
Komitmen pada diri sendiri akan mampu mengarahkan kita tetap pada tujuan awal , sekalipun ditengah perjalanan menuju sukses, banyak rintangan yang menghalangi perjalanan sukses, kita akan tetap mengarah pada tujuan awal
Komitment pada perusahan akan membawa kita pada loyalitas dan integritas kerja.
Komitment pada pelanggan, akan menumbuhkan dan membangun trust calon pembeli kepada kita, kepada produk dan kepada perusahaan .

Happy Selling