Tampilkan postingan dengan label Inspirasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Inspirasi. Tampilkan semua postingan

Selasa, 17 Juli 2012

Hidup Adalah permainan, bermainlah dengan Riang & penuh rasa syukur


Ach..ko rasanya seperti menyepelekan arti hidup dan kehidupan ini yaa..Tapi sungguh dengan menulis artikel ini saya tidak bermaksud demikian apalagi menisbikan Tuhan  yang telah menganugerahkan sebentuk kehidupan yang begitu sempurna sebagai hamba yang bernama manusia.

Saya lebih menujukan artikel ini untuk melihat ini dengan lebih ”ringan” agar terasa ringan beban hidup ini, meski terlalu berat beban hidup yang sedang anda alami.

Apa yang terlintas di benak anda ketika mendengar kata ‘permainan’?  kok aneeh banget sih, wong idup udah susah gini kok dibilang permainan, emang dolanan opo yoo..kok aneeh banget siih   wong kita sudah gedubrakan sana sini kok dianggep dolanan ? Dan kalau kita baca koran, dengar berita di TV betapa ratusan bahkan ribuan orang meninggal tragis di merapi, mentawai, Japan dan bahkan di tempat lainnya, musibah datang dimana mana, trilyunan duit beredar ditelan para koruptor , tragedy terjdi dimana mana, perang hadir dimana mana dan semua riil terasa… dan sama sekali nggak kelihatan seperti main-main. Kok ya dibilang permainan ? .

Pasti anda pernah mendengar ayat yang berbunyi

 ”Seungguhnya kehidupan dunia hanyalah permainan dan sendau gurau. Dan jika kamu bermain serta bertaqwa, (maka) Allah akan memberikan pahala kepadamu, dan dia tidak meminta-minta hartamu’ (QS Muhammad, ayat 36). 

Note that : hidup adalah permainan. Waw, apakah ini berarti yang kita lakukan selagi hidup ini adalah bermain dan bersenang – senang?

Yach, saya sangat suka mengulang-ulang  ayat tersebut sambil mencoba menghayati permainan hidup yang sedang saya alami, sama seperti yang pernah saya alami hamper  4 tahun lalu (hmm tak terasa sudah 3 tahun), saat Dimas pangeran bungsuku kembali ke pangkuan Ilahi secara tiba tiba akibat kecelakaan korban tabrak lari.yang sempat menggoyangkan hidupku untuk beberapa lama. Saat itu aku berpikir, masya allah sungguh besar kekuatanMu, hanya dalam  hitungan jam , pangeran yang selalu ada dalam kehidupan ku harus meninggalkan kami semua.
Dalam setiap dialog ku denganNya seolah Dia mengingatkan akan peranku   ”hei Ir, kau saksikan kuasaku, aku hanya mengambil yang aku titipkan padamu, ayo kau tetap harus memainkan  peranmu”.

Ya...kenapa saya harus mundur, saya harus ambil bagian dalam permainan ini, Engkau masih menyisakan ”Harta “ besar, engkau masih mempercayaiku menitipkan milikMU, seorang Angga sulungku yang masih harus aku bimbing dan hantarkan menuju masa depannya,
Permainan hidup memang bisa  menjadi menyenangkan, menyedihkan, menjengkelkan, menyusahkan ataupun menggilakan sengat tergantung bagaimana aku  menyikapi permainan ini.

Bagiku hidup juga ibarat permainan monopoly…hmmm

Tentu kita pernah bermain monopoly? permainan yang sederhana, bukan? Kita hanya perlu melempar dadu kemudian melangkahkan poin pada papan monopoly sesuai dengan nilai yang keluar pada dadu. Setelah maju beberapa langkah, kita akan berhenti di atas kotak yang menenjukan suatu kondisi atau keadaan tertentu. Kondisi tersebut dapat membaut kita berpikir sejenak untuk mengambil keputusan apakah kita akan menjalankannya atau tidak karena mempengaruhi permainan selanjutnya.

Pernahkah kita menyadari bahwa kita kadangkala tidak berbeda jauh dengan permainan monopoly?loh kooo…apa lagi sih ini…

Pertama, pada awal permainan kita selalu diberikan uang sebagai modal dasar. Uang tersebut dapat bertambah banyak namun dapat juga berkurang jumlahnya tegantung bagaimana cara kita untuk mengelola uang tersebut.
Begitu juga dalam hidup ini, kita terlahir dengan memiliki kemampuan dan potensi diri serta talenta yang telah di karuniakan oleh Allah SWT. Potensi ini akan semakin menjadi baik dan berkembang jika kita mau berusaha untuk mengelolanya secara maksimal. Namun jika tidak, maka potensi yang kita memiliki tidak akan terlihat dan tidak dapat berkembang yang pada akhirnya akan menentukan keberhasilan kita dalam meraih impian, cita-cita dan tujuan kita dalam hidup kita ini.

Kedua, dalam permainan monopoly kadang kita berhenti tepat di atas kotak yang bertuliskan apakah kita ingin membeli "sesuatu sebagai bahan investasi" atau tidak. Disini kita berfikir berbagai macam pertimbangan sebelum kita memutuskannya.
Demikian pula halnya dalam kehidupan ini, kita sering di hadapkan pilihan yang harus kita putuskan, apakah akan kita jalani atau tidak yang pada akhirnya akan menentukan langkah hidup kita selanjutnya.

Ketiga, kadang dalam permainan monopoly kita harus berjalan sesuai dengan nilai yang keluar pada dadu yang kita lempar tanpa bisa memilih, sampai kita mendapatkan kesempatan untuk mengocok dadu kembali.
Demikian pula halnya dalam kehidupan, kita tidak diberikan suatu pilihan A atau B sehingga mau tidak mau kita harus menghadapi dan menerima kenyataan tersebut. Namun kita tidak boleh lupa bahwa kita pasti akan diberikan kesempatan yang dapat kita pakai untuk memperbaiki keadaan hidup kita.

Keempat, dalam permainan monopoly kita akan tampil sebagai pemenang jika kita berhasil mengelola modal dasar yang diberikan dan berhasil melipatgandakannya.
Demikian pula dalam hidup kita ini kita sering tampil sebagai pemenang jika berhasil mengelola potensi yang ada dalam diri kita dengan seoptimal mungkin dan berhasil melipatgandakan talenta yang kita miliki sampai pada akhirnya kita berhasil meraih tujuan hidup kita.

Apakah saat ini kita sudah tampil sebagai pemenang dalam permainan monopoly yang sedang kita mainkan? Apakah kita sudah berhasil mengatasi masalah yang tiimbul dalam  kehidupan kita ? pekerjaan, bisnis, persahabatan, cinta dan keluarga kita? Marilah kita berusaha memenangkan permainan nya dengan tidak berhenti untuk mencoba dan mencoba lagi sampai kita berhasil.
Jadi, ketika kita  memaknai hidup ini  sebagai permainan, maka kita akan menyadari  bahwa:

* Kita dapat menikmati hidup apapun yang terjadi. - Susah senang bisa anda nikmati.  Menikmati kesenangan tentu sudah biasa, tapi menikmati kesusahan?  Nah, di situlah letak keasyikan permainan hidup ini.

* Kita  dapat memperbaiki hidup kita. - Memperbaiki kesalahan-kesalahan tanpa terbebani olehnya.  Karena kesalahan adalah hasil tindakan.  Dan tindakan adalah muara dari bergeraknya potensi-potensi anda.  Jadi, apa salahnya dengan kesalahan?  Ia sudah terjadi.  Kenapa harus disalahkan ,  Tak ada gunanya.

* Kita berada di suatu tingakatan  permainan tertentu dengan berbagai masalah dan tantangannya. - Dengan terus main, kita akan mampu  melewati tingkatan tersebut dan  memasuki tingkatan  baru yang lebih mengasyikkan.

* Semua orang di dunia ini adalah kawan-kawan kita. - Kita akan menemukan bahwa sebenarnya orang-orang di sekeliling kita  – apakah mereka baik atau buruk sikapnya – mereka adalah kawan main dalam game of life kita . Emang mau kita bermain tanpa lawan ?   Dengan lawan yang sepadan, pastinya permainan akan lebih menggairahkan.  Karena itu, pada hakikatnya semua orang adalah kawan ‘main’ kita.

 * Kita bisa hidup penuh ketenangan.-harena kita menyadari bahwa kita  adalah pemain yang sebenarnya tak punya apa-apa. hanya diberi hak untuk bermain.  Orang yang tak punya apa-apa tidak akan kehilangan apa-apa. 
 Inilah anugerah yang luar biasa dari Yang Maha Kuasa.  Tidak punya apa-apa, tapi boleh main dan menikmatinya.   Wow…

* Ada aturan-aturan main yang justru membuat kita bebas.- Ada aturan dalam setiap permainan, termasuk permainan hidup.  Aturan ini ada agar para pemain bisa bebas bermain.  Tanpa aturan, pada hakikatnya tidak ada kebebasan.

* Kita menjadi pemain, bukan korban permainan. - Kita adalah pemegang kendali kehidupan kita .  Berbeda dengan orang-orang yang tidak menjadi pemain.  Mereka seperti robot yang tak punya kendali atas diri mereka sendiri.   Mereka dikendalikan oleh tiga hal : orang lain, hal-hal yang mereka miliki dan hal-hal yang terjadi pada diri mereka.  Para pemain sebaliknya.

Karena itu, jadilah pemain.  Ambil keputusan tegas untuk menjadi pemain.  Hidup anda dan diri anda sendiri terlalu berharga bila anda hanya menjadi korban permainan.  Jadilah pemain.

Buat orang-orang di sekitar anda untuk menjadi pemain juga.  Jangan buat mereka menjadi korban permainan anda.  Bila anda melakukannya, akan datang saatnya ketika anda yang menjadi korban.  Tidak ada yang lebih tragis dari seorang pemain yang mengira dirinya pemain, padahal ia adalah korban. 

Korban siapa? Korban permainannya sendiri. 

Artikel ini saya kutip dari buku saya " LIFE FOR HAPPINESS "

Salam Bahagia

Irma Sustika

#Life For Happiness

Rabu, 27 April 2011

Layang Layang

Memandang bocah-bocah kecil, bermain layang laying di lapangan basket depan rumah seru rasanya .mereka begitu asik dan sibuk memainkan layang-layangnya. sibuk menarik-ulur benang-benang layangan nya walaupun panas terik menyoroti satu persatu wajah-wajah mereka..namun terpancar kegembiraan di raut muka mereka,

Salah satu dari mereka duduk di tepi lapangan, dan anak lainnya nya pun berteriak, ayoo rian buruaan sini main, banyak musuhnya tuh dan tidak berapa lama, bocah yang dipanggil Rian tadi berlari ke lapangan bergabung bersama teman temannya yang lain..

Aku pun terhenyak melihat kelakuan bocah-bocah itu seperti melihat diriku sendiri saat masa kecil dulu…aku yang sering dimarahin mama & papa karena suka ikut ikutan kakak ku main layang2…hahhaaa…saat dia main layangan aku suka ngintil…hihiihii..walupun Cuma disuruh megangin layangan nya saat layangan akan diterbangkan….niih pegangin layangannya..munduran lagi sanaa….dan begitu layang2 itu diterbangkan, aku biasanya suka ngotot minta aku yang pegang talinya…yang ada biasanya aku sering diomelin niih kalau sudah dikasih memegang kendali tali layang layang nya..karena sudah bisa dipastikan layang2 nya pasti nyangkut dan putus…hahhahaa

Juga teringat saat jagoan jagoanku masih kecil, saat mereka ingin bermain layangan, mama yaini selalu dapet tugas bagian megangin layangannya…hehee

Memandang masak kanak-kanak memang sungguh indah,tak ada beban pikiran,tak pernah berpikir nanti bagaimana?mau jadi apa?yang penting bermain..itulah enak nya jadi anak-anak….Ada Kebahagiaan,Kegembiraan,Keriangan,dan Kebebasan…

Jika di pikir-pikir Hidup bagaikan bermain layang-layang…

Sebelum kita memulai menerbangkan layang-layang kita harus tahu kemana arah angin bertiup,begitu pun hidup,sebelum kita memulai segala sesuatu kita harus tahu kemana akan melangkah,tujuan kita melangkah itu yang harus kita pikirkan…

Setelah layang-layang bisa di terbangkan dan layang-layang pun menari-nari di angkasa raya,kita pun harus senantiasa memainkan benang nya,ditarik kemudian di ulur/dilepaskan supaya layang-layang tersebut bisa seimbang dan dapat kita kendalikan,di sini di butuhkan keterampilan dalam memainkan nya…dalam hidup pun kita harus bisa senantiasa seimbang,harus tahu kapan waktu nya untuk menarik dan kapan waktu nya untuk melepaskan.

Mengapa layang-layang bisa terbang?

Karena ada angin dan ia berani melawan angin itu! Ya, angin membawa layang-layang naik hingga tinggi ke awan. Dan hanya dengan berani melawan angin, maka layang-layang itu bisa terus terbang dengan terarah. Layang-layang yang mengikuti arah angin adalah layang-layang yang putus, dan akan jatuh.

Kadang kita begitu takut saat angin cobaan datang menerpa. Kalau boleh meminta, kita tidak berharap mengalami masalah, kesulitan, dan tekanan hidup. Sebaliknya, kita ingin jalan kita lurus dan mulus seperti jalan tol.

Dan saat-saat paling menegangkan dalam permainan layang-layang adalah dimana layang-layang kita di adu dengan layang-layang orang lain.(permainan layang-layang jika hanya bermain sendiri sangat tidak menyenangkan)

Disini di butuhkan strategi,bagaimana supaya layang-layang kita mampu bertahan dari terjangan musuh.keterampilan memainkan layang-layang,gelasan dengan kwalitas yang bagus dan bantuan Angin yang bertiup menjadi kunci untuk jadi pemenang dalam beradu layang-layang.

Begitu pun hidup,kita butuh strategi untuk mampu bertahan dalam persaingan yang semakin sengit dewasa ini,di samping itu keterampilan-keterampilan pun sangat kita butuhkan,dan juga yang tak kalah lebih penting adalah mengharapkan Pertolongan Tuhan dalam menghadapi hidup

Bila hidup dihadapkan pada situasi atau keadaan yang sangat menakutkan, tak ada jalan lain kecuali harus memilih. Apakah kita akan seperti layang-layang yang berani melawan angin, atau mengikuti arus angin saja? Memang yang kedua lebih mudah. Ya, lebih mudah bagi kita untuk menyerah dalam situasi sulit..

Janganlah takut jika hari ini angin yang sepoi-sepoi tiba-tiba menjadi badai. Tetaplah kuat Jangan buru-buru menyalahkan angin besar yang menerpa layang-layang kita, sebab kita justru akan segera melihat awan, langit indah, dan pemandangan menakjubkan

ANGIN TIDAK PERNAH MENJADI MUSUH LAYANG-LAYANG ANGIN SELALU MENJADI SAHABAT TERBAIK LAYANG-LAYANG

Remote Controlnya Dimanam

Disuatu malam saya dan si sulung asik nnton TV, karena tidak ada acara yang bagus, jari jemari saya sibuk memencet tombol tombol remote control TV, kadang remote control juga menjadi ajang rebutan kami berdua.saat remote ada di tangan saya dan si kakak tidak menyenangi acara yang di tayankan, biasanya dia rebut deeh…aah ganti dong maa..bosen aah berita melulu..capee deeh..namun saya sedang menikmati tayangan berita itu, tinggalah dia manyun…aaah ya udah..aku nonton di kamar aja deeh,…bebas milih dan nentuin chanel yang mau aku liat…

Haappp..bukankah lakon kehidupan juga layaknya remote control TV kita bisa memencet tombol yang kita mau, kita bisa memilih chanel apa yang akan kita lihat , mau nonton berita, mau nonton film, mau sibuk mengikuti bola ditendang tending..atau apapun tayangan nya semua bisa saya pilih sesuka hati,

Sayangnya kebanyakan kita banyak memilih menjadi TV dan membiarkan orang lain yang memegang remote control hidup kita , bahagia kita tergantung apa yang orang lain lakukan untuk kita , ketika dipuji orang kita bahagia dan sedih ketika di kritik, sering kali yang menentukan kita bahagia atau tidak, adalah orang lain, lingkungan, kondisi keuangan dll.

Siapa yang menentukan perasaan kita ? kita sendiri atau orang lain ?

Seharusnya yang menentukan perasaan kita adalah diri kita sendiri, seperti si remote control Idealnya remote kontrol kita seharusnya kitalah yang membawa sendiri namun sering kali tanpa disadari, kita menyerahkan remote kontrol kita kepada orang lain. Dan orang itu dapat dengan bebas menekan tombol2 remote tsb. Dimana orang itu contoh hanya menekan tombol bahagia dan mengarahkan ke diri kita seketika itu kita akan bahagia. Saat orang yang memegang remote control kita menekan tombol susah dan mengarahkan ke kita maka kita mengikuti seperti yang diinginkannya .

Jadi boleh dibilang bahagia nya kita tergantung semua yang diluar diri, padahal bukankah “bahagia itu ada didalam diri saya, dan saya sendiri yang memegang remote controlnya, pencet sekarang pilih channel bahagia maka saya bahagia selesai urusan

remote control itu seharusnya ada ditangan kita bukan ditangan orang lain yang membuat kita menjadi robot orang lain .

Dan yang lebih parah adalah ketika kita membiarkan remote control hidup kita dipegang oleh seseorang yang begitu mempesonakan kita, waah waah jka sampai di tahap ini bukan hanya jadi robot tapi menjadi sapi dicucuk hidungnya lebih tepat, kita menjadi orang lain, menjadi seperti yang orang lain mau atas diri kita, kita akan menerima saja apa yang orang itu katakan, apa yang orang itu pikirkan tentang kita maka kita yakini itu benar dan akan terjadi, ohooohoho kita sudah dicuci otak nih kalo gini, gawat.

Kalau orang lain bilang kita gak mampu melakukan , kita bodoh maka kita menjadi letoy, gak semangat, fisik kita membenarkan bahwa kita gak mampu, padahal kita thau kita mampu terus kenapa dong masih terpengaruh dengan omongan sang pesona, toh dia juga bukan ALLAH yang memegang takdir saya, jadi harusnya saya adalah saya, dia adalah dia, gak akan ketuker tuh :)

Ada banyak pilihan yang bisa membuat saya bahagia dan itu ada didalam diri saya, tidak ada seorang pun di dunia ini yang bertanggung jawab atas kebahagiaan saya selain diri saya sendiri kan yah? Kesuksesan, kekayaan,harta melimpah sahabat sejati, cinta sehidup semati, uang, hobi, pekerjaan yang asik, katakanlah saya punya semua itu bisa jadi saya tetap gak bahagia, namun bisa jadi kita belum memiliki harta yang melimpah, uang yang banyak tapi kita bahagia… ,

jadi sebenarnya

Bahagia atau tidaknya hidup saya bukan ditentukan oleh seberapa kaya diri saya, seberapa cantiknya saya, atau sesukses apa hidup saya, bahagia adalah pilihan saya sendiri… “

Ayo pegang remote control hati kita masing masing dan pilihlah tombol bahagia bukan nelangsa pilih tombol sesuka yang kita mau, kita bebas memilih kok, karena pilihan ditangan kita sendiri

salam

Irma Sustika

Kamis, 31 Maret 2011

Percuma Berlayar kalau Takut Gelombang



“Percuma saja berlayar, kalau kau takut gelombang. Katanya Meggy Z , Sekelebat lirik itu mampir ketelinga ku dari sebuah warung dekat rumah saat aku melintas disana….

Pesan yang sangat dalam bagi kita dalam mengarungi kehidupan ini dari bait lagu itu

Yaaa...Gelombang selalu diartikan sebagai MASALAH yang mengakibatkan RESIKO.

Ibarat kehidupan yang kita arungi, Hidup ini adalah lautan masalah dan perjalanan yang penuh dengan resiko dan cobaan. Bukankah selama kita masih hidup di dunia, pasti akan menemui masalah?.

Dalam setiap usaha yang kita lakukan, pasti ada risiko

Siapapun kita dan dalam keadaan yang bagaimanapun , orang kaya maupun orang susah. Orang bodoh maupun orang pintar. Orang penting maupun orang biasa. Pejabat atau petani, pasti mempunyai resiko dan kesulitannya masing-masing. Itulah kehidupan di dunia

Mungkin kita pernah mengeluhkan, mengapa masalah dan cobaan datang silih berganti tanpa berhenti dalam hidup kita. Seakan - akan hanya kita yang merasakan masalah dan penderitaan tersebut. Padahal begitu banyak yang menghadapi masalah yang sama,dan bahkan lebih berat dari yang kita alami, namun tetap masih bisa bersyukur

Jika kita selalu mencari “enaknya saja”, atau mencari “amannya saja” dalam apa yang kita kerjakan, maka kita tak akan pernah sampai pada apa yang ingin kita capai

Jika kita mengemudi di jalan, pasti menemukan jalan naik, turun, belokan, dan medan-medan lain yang terkadang mempersulit, . Kalau tak mau menemui hal seperti itu, jangan mengemudi.

Jika kita berlayar, pasti akan menemui gelombang, baik itu besar maupun kecil. Satu-satunya agar kita bisa sampai ke tempat tujuan adalah menghadapi gelombang tersebut, atau jangan berlayar sama sekali.

Pengemudi yang Tangguh adalah pengemudi yang bisa melewati setiap rintangan yang ia temui di jalan.

Sama halnya seperti pelaut yang ULUNG , yang tidak lahir dari laut yang tenang.

"Tiada pelaut ulung kalau tidak pernah diterpa oleh ombak dan badai..!!

Sehebat apapun perahu di ciptakan, takkan ada gunanya bila hanya tertambat di dermaga.

Dermaga adalah masa lalu , Tali penambat itu adalah rasa ketakutan .

Jangan buang percuma seluruh daya kekuatan yang telah di anugerahkan oleh-Nya kepada kita

Jangan biarkan masa lalu menambat daya dan kekuatan kita

Lepaskan diri Anda dari ketakutan dan penyesalan, berlayarlah dan berkaryalah, apapun itu kerjakan yang terbaik

Di tengah-tengah permainan, termasuk permainan hidup, pasti ada “jatuh bangun”. Ini tak bisa kita hindari, HADAPILAH..!!

Kalau dalam bahasa sananya siiih

“Don’t play it safe, or don’t play it at all.”

Apakah kita memilih keberanian atau ketakutan untuk menghadapinya?

Sekarang kita sendiri pula yang harus memilih, mau menjadi pecundang atau sang juara ketika berhadapan dengan resiko dan cobaan!

Jadi,........

“Jika takut gelombang, jangan pergi berlayar.”

HIDUP ITU MENGANDUNG RESIKO. KALAU HIDUP TIDAK MAU RESIKO, YA TIDAK USAH HIDUP! “

Salam

Irma Sustika

Selasa, 18 Januari 2011

MENEMBUS BATAS DIRI



Bila kita melihat keadaan di sekitar kita hari-hari ini, kita akan melihat betapa cepatnya jaman ini berkembang. Bahkan perubahan tersebut seringkali terjadi tanpa kita sadari. Sebagai contoh, teknologi yang berkembang begitu pesat, intelektual yang semakin meningkat, penemuan-penemuan baru di bidang kesehatan dan obat-obatan, dsb. Perubahan tersebut tidak dapat kita hindari, sebagaimana ada pepatah yang mengatakan, "Satu-satunya hal yang tidak akan pernah berubah, adalah perubahan itu sendiri."

Bila kita terlena sedikit saja, besar sekali kemungkinan untuk kita akan kehilangan kesempatan untuk berkembang, atau setidak-tidaknya akan tertinggal .

Lalu bagaimana menembus batas2 yang mengungkung diri ita? Batas batas yang merantai langkah kita?

DOBRAK batas batas diri anda..!!!


1. Miliki tujuan yang jelas - kembangkan!.

Orang yang tidak memiliki tujuan di dalam hidupnya tidak akan pernah bisa berkembang dengan maksimal. Mengapa? Karena dia tidak akan tahu ke mana dia harus melangkah, dan ini akan berdampak pada keputusan-keputusan yang diambilnya. Tetapi untuk menjadi berkembang tanpa batas, seseorang juga harus memiliki kemampuan untuk memperluas tujuannya. Walt Disney dapat berkembang begitu luas sampai ke seluruh dunia hanya dimulai dari mimpi seorang Walter Elias Disney yang miskin untuk berusaha membahagiakan semua anak di seluruh dunia. Dan sampai sekarang, meskipun Mr. Disney sudah meninggal, tetapi mimpi itu masih terus berlanjut.

2. Miliki inisiatif untuk berkembang tanpa batas.

Saat Christopher Columbus ingin berlayar mengelilingi dunia, semua orang menganggapnya gila karena mereka percaya bahwa bumi itu datar, bukan bulat. Tetapi karena keberaniannya untuk berinisiatif 'gila' tersebutlah kita dapat mengetahui fakta bahwa bumi memang bulat, bukan datar. Saat kita ingin berkembang, jangan menunggu perubahan terjadi pada orang lain baru kita dapat berkembang. Miliki mental bahwa perubahan itu harus dimulai dari diri kita, bukan orang lain.

3. Berpikirlah selangkah lebih maju.

Thomas John Watson, pendiri perusahaan komputer raksasa IBM suatu hari memaparkan kunci dari keberhasilan IBM, dan berkata, "Setiap kali kami memperoleh kemajuan dalam IBM, itu adalah karena ada orang yang mau untuk mengambil kesempatan, memikirkannya dengan keras, dan mencoba sesuatu yang baru." Di dalam hidup ini, kita memiliki pilihan untuk menjadi orang seperti apakah kita. Apakah kita ingin menjadi orang yang gagal, ataukah biasa-biasa saja, ataukah kita ingin menjadi orang yang unggul? Orang yang ingin menjadi orang yang unggul, ia harus melatih cara berpikirnya untuk selalu mengeluarkan ide-ide yang mungkin bahkan belum terpikirkan oleh orang-orang di sekitarnya.

4. Kembangkan rasa ingin tahu yang positif.
Semua penemuan bersejarah di seluruh dunia ini pasti didasari dari keingintahuan dari para penemunya. Tidak selamanya rasa ingin tahu itu adalah sesuatu yang negatif, karena selama kita dapat memanfaatkan rasa ingin tahu kita untuk sesuatu yang positif dan berguna bagi banyak orang, rasa ingin tahu tersebut akan menjadi sesuatu yang menguntungkan. Seorang Albert Einstein tidak akan pernah menjadi penemu dari teori relativitas yang sangat terkenal itu bila dia tidak memiliki rasa ingin tahu yang besar akan bagaimana energi dapat memiliki hubungan yang erat dengan massa sebuah benda dan kecepatan cahaya.

5. Rajin-rajinlah membaca.

Setiap orang yang tidak memiliki wawasan yang luas pasti akan mengalami masalah dalam berkomunikasi dengan berbagai macam tipe orang. Dan salah satu cara yang baik untuk memiliki wawasan yang luas adalah dengan meningkatkan minat baca. Thomas Jefferson, presiden ketiga Amerika Serikat, adalah seorang yang sangat dikenal lewat kinerjanya dalam menuliskan Deklarasi Kemerdekaan Amerika Serikat. Tetapi mungkin tidak semua orang menyadari bahwa Thomas Jefferson adalah seorang kolektor buku, yang membuatnya menjadi seorang yang sangat berwawasan luas dalam berbicara berbagai aspek, mulai dari pertanian, arsitektur, bahkan sampai penelitian fosil-fosil purbakala.

Penembusan batas-batas inilah kunci kesuksesan manusia dalam mengarungi hidup. Hanya mereka yang mampu menembus keterbatasan sebagai manusia saja yang menjadi pemenang. Banyak batas yang bisa ditembus dari berbagai sisi. Seorang yang menembus batas kemampuan otot kakinya untuk berlari akan menjadi atlet yang memecahkan rekor kecepatan berlari. Mereka yang mampu mengalahkan batas gengsi menawarkan sesuatu kepada orang lain dengan resiko ditolak akan menjadi penjual danpengusaha sukses.

Itulah bedanya manusia dengan hewan. Meski kuat, harimau tidak akan tertarik untuk terbang seperti elang. Sementara manusia yang melihat burung bisa terbang pun terpincut ingin terbang. Karena itulah kita dikaruniai akal-budi untuk menembus keterbatasan kita sebagai manusia.

Di saat berupaya menembus batas itulah, pasti akan ada halangan yang muncul. Dan jelas itu tidak akan pernah ringan. Seperti yang selalu menjadi slogan yang diteriakkan dengan bentakan oleh instruktur di kamp pelatihan militer: “hari yang ringan adalah kemarin!” Jadi, jangan harap rintangan hari ini akan makin mudah. Setiap manusia yang telah bertekad menembus batas pasti menyadari beratnya rintangan. Namun seperti juga pelatihan militer pasti akan berakhir dengan pelantikan sebagai anggota, demikian pula dengan perjuangan dalam hidup.

Penembusan batas akan menjadi manis apabila kita terus hingga melewati batas itu dan menyadari betapa indahnya dunia di balik batas itu. Seperti halnya dialami siapa pun yang pernah naik gunung, kelelahan saat mendaki terbayar tuntas saat menikmati keindahan pemandangan dari puncak. Itulah batas gunung yang ditembus.

Maka, jadilah manusia yang selalu berupaya menembus batas. Tercapainya satu puncak gunung seharusnya tidak membuat kita berhenti mendaki. Karena batas itu ada di mana-mana. Sekali kita merasa puas, maka batas tak lagi kita tembus. Ada sebuah jurang baru lagi terbentuk di depan kehidupan kita saat kita berhenti menembus batas.

Jangan pernah lelah menembus batas. Karena kita manusia dianugerahi kemampuan untuk menembusnya!

Kamis, 08 Juli 2010

Tangga Kehidupan

Manusia dapat di analogikan bagai sebuah tangga. Tangga bisa digunakan untuk melakukan dua hal: Anda bisa menggunakannya untuk naik ke atas, juga bisa menggunakannya untuk berjalan ke bawah.
Persis sama dengan nasib, Anda bisa membuat diri Anda ke atas, juga bisa menggunakannya untuk membuat diri Anda ke bawah. Semua ini tergantung diri Anda sediri. Seperti halnya dengan kelemahan dan kegagalan dia bisa menjadi alat pemacu yang paling besar bagi diri kita, juga bisa menjadi sebab dari keciutan nyali kita.

Ketika perasaan sedang sulit, mungkin bisa membuat manusia belajar bagaimana menyayangi diri sendiri dan orang lain, begitu juga, ada pula orang yang merasa takut untuk menyayangi.

Kekayaan harta yang berlimpah, bisa membuat manusia belajar bagaimana bisa berbagi dan menguntungkan orang lain, tapi juga bisa membuat watak hakiki dari seseorang menjadi tersesat.
Suatu kemalangan yang terjadi,bisa membuat orang bekerja keras demi kemakmuran, namun juga bisa membuat orang terperosok dalam keputus-asaan.

Banyak orang sebenarnya bisa menggunakan “tangga” untuk memperbaiki nasibnya, tapi mereka tidak melakukan, hal inilah merupakan ketidak MAU an mereka.
Sebenarnya kita bisa naik setingkat lebih ke atas, tapi tidak bergerak naik, malahan terperosok karena mengeluh dan mengasihani diri.

Beberapa hari yang lalu,saya membaca sebuah cerita:

Ada seseorang dimasa mudanya, telah dituduh oleh orang lain, sehingga masuk penjara selama 9 tahun. Kemudian kasus salah tuduh ini terpecahkan, dan akhirnya orang tersebut bisa keluar dari penjara.
Setelah keluar dari penjara dia mulai tak henti-hentinya mengecam dan mengutuk, “Alangkah malangnya saya ini, dimasa muda yang sedang berprestasi mengalami perlakuan yang tidak adil. Tempat itu layaknya sama seperti neraka, sempit hingga sulit untuk membalikkan badan, sama sekali bukan tempat tinggal manusia.
“Satu-satunya jendela kecil yang berada di sana hampir tak tersinari oleh matahari. Di musim dingin anginnya menusuk tulang, di musim panas ada banyak nyamuk yang menggigit.”
“Saya sungguh tidak mengerti, mengapa Tuhan tidak menghukum orang yang telah memfitnah saya itu, walaupun orang itu dicincang ribuan kali, juga tidak akan melepaskan dendam sakit hati saya!”


Sahabat....Mengutuk kemalangan tidak bisa membawakan kebahagiaan. Mengapa kita harus mengutuk dan mengeluh ketika dihadapkan pada kesengsaraan dan kemalangan.


Fungsi tangga bukan agar orang bisa berdiri di atasnya, tapi digunakan untuk dapat memanjat ke atas. Nasib yang sengsara dan menyedihkan juga bukan agar seseorang bisa menerima kesengsaraan begitu saja, tapi agar orang bisa melewati kesengsaraan itu dan bangkit, jika tangga digunakan untuk meningkat ke atas, maka dia akan menjadi batu penyanggah.

Tangga membuat saya bisa memanjat keatap rumah yang paling tinggi,
Saya dapat melihat pemandangan yang sangat indah.
Dengan Tangga saya mampu meraih sesuatu yang tidak mampu saya capai dengan tangan saya sendiri

Nasib sama halnya dengan sebuah tangga. Dengan tangga Anda bisa mencapai tingkat lebih tinggi. Tetapi jika Anda terikat pada tangga, atau mengalihkan tangga itu, maka bagaimana Anda bisa meningkat ke tingkatan yang lebih tinggi?

Tangga kehidupan adalah daya ungkit yang luar biasa agar kita mampu mencapai yang lebih baik dan lebih baik lagi

Salam

Irma Sustika

DONT GIVE UP

“Ir, kamu pernah merasa down dan terjatuh?” Begitu tanya seorang teman. Saya hanya bisa tersenyum menjawab pertanyaan tersebut. Sebuah pertanyaan kecil tapi sanggup memutar kembali tayangan kehidupan masa lalu saya. Yang saat ini masih tersimpan dalam memori. Yang saat ini masih menjadi kenangan dalam kehidupan saya. Ya, kenangan saat saya terjatuh,terpuruk. yang sempat membuat langkah saya terhenti

Terjatuh adalah kamus kesedihan, dan kesedihan adalah bagian dari kehidupan. Mau tak mau kita mesti akrab dengannya. Menjadikannya bagian dari warna-warni kehidupan. Tak mudah memang untuk tabah ketika kita sedang terjatuh. Yang ada kita sering mencari biang kerok, mencari kambing hitam kenapa kita bisa terjatuh. Bahkan, pada saat demikian kita sering berkata “Ah Tuhan tidak adil”.

Kehidupan kita tak akan pernah berjalan semulus yang kita pikirkan. Berbagai macam tantangan, misalnya kehilangan pekerjaan atau orang-orang yang dicintai, disabotase, bangkrut dan lain sebagainya, bisa saja menyeret kita dalam keterpurukan.
Bila kita melihat ke sekeliling, begitu banyak orang-orang yang tenggelam dalam keterpurukan dan terjerat cukup lama dalam kegelapan

Kini, teman saya itu sedang terpuruk. Dan, tugas pertama saya hanyalah mendengarkan kisah hidupnya. Ternyata, setelah saya dengar baik-baik, keterpurukannya hanya sederhana saja. Tapi, yang namanya lagi terpuruk pastilah ada gelisah, ada resah, muncul ketakutan-ketakutan. Yang hasilnya berpengaruh pada kondisi kejiwaan seseorang. Ia menjadi begitu muram. Ia menjadi begitu sedih.

Tapi, saya sok bijak katakan. Kesedihan, memang hal umum. Semua orang mengalaminya.

Everyone has a problem, kalo kamu mau sedikit saja menoleh kesamping dan kebelakang kamu pasti akan terhenyak dan berujar …. “hey, ternyata i’m not the only person who has a problem !” So get up, face the reality and go on with your lifes !!!

Saya kira memang tak ada pilihan bagi kita selain harus bangkit dari keterpurukan. Saya sendiri juga pernah mengalami sebuah keterpurukan, serasa dunia berhenti berputar, saat itu sepertinya tidak ada lagi keinginan apapun, semua seolah olah pupus. bahkan benar-benar tak bisa mengandalkan siapapun. Disaat seperti itu, saya benar-benar menjadi paham bahwa jangan sekali-kali pernah bergantung pada orang lain.tantangan kehidupan adalah bagian dari perjalanan hidup supaya kita menjadi lebih cerdas menghadapi tantangan kehidupan.

Saat menghadapi masalah. Rasa-rasanya berat sekali sebab harus dipikul sendiri. Pada akhirnya, satu kunci yang benar-benar manjur adalah IMAN. Ya, selalu percaya bahwa Tuhan tidak pernah membiarkan diri kita sendirian.

Soo..apa yang dapat kita lakukan ?

1.Segeralah Bangkit.

Tidak ada seorangpun di dunia ini yang tidak memiliki masalah, semua orang pasti punya masalah. Cuman bedanya adalah, kuat ataukah tidak kuat, dan cepat pulih ataukah tidak cepat pulih masing-masing individu dalam mengatasi masalah yang mereka hadapi. Hentikan tangisan dan ratapan kesedihan itu … cepatlah pulih dan segeralah bangkit !! Kamu bisa memilih untuk pulih dan bangkit setelah satu menit, satu jam, satu hari, satu minggu, satu bulan, atau mungkin satu tahun atau bahkan memilih untuk tidak bangkit sama sekali … Tentukan pilhanmu !!

2. Kamu Bisa Memilih Ceria.
Pernahkah kamu melewatkan waktu bersama teman-teman yang ceria, penuh canda dan gelak tawa ? Jika ya, tentu kamu tahu bahwa mereka mampu membuatmu bersemangat dan merasakan indahnya hidupmu ?! Mulailah berfikir untuk meninggalkan kamarmu yang pengap itu, dan usap air matamu … bangkitlah ! ambillah cermin dan sunggingkan senyuman manis dari wajahmu. Rasakan angin yang menerpa wajahmu, buang wajah yang suram itu ! be happy okey !

3.Bersikaplah Antusias.
Be Inspired … antusias, dan penuh semangat ! Guys, mana yang akan kalian pilih, teman yang loyo, kurang darah, dan lemes ?? ataukah teman yang fully energized, ceria dan penuh semangat yang bisa membuat kalian terinspirasi ?? Kalo pilihan kedua yang kalian pilih berarti kepribadian yang semacam itulah yang seharusnya kalian tunjukkan. Tetap semangat !!

4. Jangan Pernah Lupa Untuk Bersyukur.
Setiap tarikan nafasmu, denyut nadimu, segarnya air yang membasahi kerongkonganmu dan laen-laen, begitu banyak hal yang terlewatkan tanpa rasa syukur. Rasa syukur membuatmu tersenyum ! rasa syukur membuatmu menikmati kehidupanmu, dan tentu orang lainpun pasti akan merasa senang berada di dekatmu. Good luck guys !!

Dari kesadaran ini, lantas saya menjadi paham bahwa sebenarnya tak perlu banyak membuang energi memikirkan masalah yang kita hadapi. Yang penting justru bagaimana solusi terbaik untuk keluar dari masalah itu. Itulah jawaban untuk keluar dari keterpurukan. Setelahnya, hati saya kembali damai, kembali nyaman dan kembali tersenyum.


“Jika Anda mau menerima kegagalan dan belajar darinya, jika Anda mau menganggap kegagalan merupakan sebuah karunia yg tersembunyi dan bangkit kembali, maka Anda memiliki potensi menggunakan salah satu sumber kekuatan paling hebat untuk meraih kesuksesan.”

~ Joseph Sugarman


Life For Happiness

Irma Sustika

Berapa harga Kata Maaf mu...????

Masa lalu adalah sebuat realitas yang harus dihadapi , seburuk atau sekejam apapun masa lalu kita, itu semua tidak lebih dari sebuah kenangan, atau cerita yang telah usai. Kita tidak perlu menyesali semua yang telah terjadi atau bahkan sampai terlarut dan terjerat didalamnya.

Apapun yang akan kita lakukan, kita tidak akan bisa merubah sesuatu yang telah terjadi, dan kita juga tidak boleh terlalu menyesalinya, karena masih ada masa depan yang panjang yang harus kita jalani.


Dendam terhadap masa lalu yang telah terjadi adalah virus paling berbahaya dalam kehidupan kita..Ketidak mampuan dan mauan kita dalam mengahadapi realitas yang telah terjadi bisa mengacaukan hidup kita, saat itulah sang masa lalu kita bisa menjadi monster yang paling mengancam masa depan kita.


Balas dendam terhadap masa lalu kita tidak akan membuat hal hal yang tidak menyenagkan tersebut terhapus dari sekuel kehidupan kita, hal itu justru membuat hidup kita dilumuri dan terbelenggu oleh cerita cerita menyakitkan..

Lalu mengapa begitu sulit memiliki pikiran lebih positif. Mengapa cara kita berpikir sulit berubah? Jawabannya karena ada suatu “penyakit” dari masa lalu yang seolah menyumbat perkembangan pikiran Anda.

Penyakit ini harus disembuhkan agar tidak menjadi penghambat Anda memiliki pikiran yang lebih positif. Penyakit ini biasanya diawali oleh luka emosinal.


Ibarat luka yang tidak segera di sembuhkan, luka itu akan terus membesar, infeksi, dan menjadi sebuah penyakit.

Lalu bagaimana cara menyembuhkannya?

Maafkanlah mereka. Luka emosional akan tetap ada selama Anda membiarkan orang lain melukai Anda. Namun sekali Anda memaafkan orang lain, maka luka itu akan hilang seiring hilangnya marah anda kepada orang yang telah melukai anda.


Mungkin anda merasa tidak marah, namun jika seseorang pernah mengatakan sesuatu yang merendahkan Anda, tetap saja harus Anda maafkan.

Sederhana kok cara untuk memaafkan itu,MAU kah anda memaafkannya. tanpa “tapi” tanpa syarat.

Maaf itulah satu kata yang indah jika terucap apabila kita melakukan kesalahan tapi kadang sulit tuk mengucapkan hanya karena sebuah gengsi yang menyelimuti hati yang tulus, hanya karena ke egoisan kita, hanya karena syetan lebih berkuasa pada diri kita dari pada kita sendiri yang memiliki jiwa dan raga kita, kenapa kita bisa kalah yah ??

ehm.....Maaf dan memaafkan, sesulit apakah mereka berdua bersatu hingga kita tak mampu mengucapkannya dengan tulus. seberapa mahalkah mereka berdua hingga kita tak mampu melakukannya.

Apakah kita hanya mampu menyalahkan orang lain, dan menganggap diri kitalah yang paling benar, yakin kalo kita benar dan kita tetap menyalahkan orang lain (egois),
kita boleh mempertahankan kebenaran kita, tapi kita tidak boleh menvonis orang bersalah terus, ketika mereka salah kita bukan menvonisnya, bukan menjaukannya, sama aja kita gk bisa memaafkannya, dia salah kita tegur dan memberi maaf buat dia, jika kita sungkan secara langsung bisa lewat surat, sms dan amsih banyak lagi dan begitu juga sebaliknya ketika kita salah kita harus minta maaf

"kesatria hebat bukan disaat dia bisa menumpas para musuhnya, tapi seorang kesatria hebat adalah yang mampu mengedalikan dirinya dari amarah dan nafsunya" itu loh kata-kata para kesatria kita

ini kah harga kata maaf dan memaafkan?

100;1000;10.000;100.000;1000.000 atau 1000.000.000

kalo itu segh namanya matre kaleeeee, dan kalo ada yang seperti itu memandang maaf dan memaafkan dengan materi so dengan berat hati aku harus berkata sungguh rendah dan hinanya dengan kehidupan seperti itu menganggap kehidupan ini semuanya dijalani dengan uang atau materi lainnya...


"ringankanlah tanganmu, percepatlah langkahmu, tundukanlah pandanganmu, lembutkan suaramu dalam bercakap"


"janganlah kau sombongkan diri dalam pergaulan syetan, jika kau sudah terpelosok, syetan cuma bisa tertawa dan tak akan membantumu, Tuhanmu amat dekat denganmu, bahkan lebih dekat dari urat nafasmu, jangan pernah menyombongkan diri karena Tuhan mu amat membeci orang - orang yang sombong"


Berapa harga kata maafmu???
aku akan bayar kata maaf itu tapi bukan rupiah yang biasa kau belanjakan, bukan dollar yang biasa kau banggakan, tapi dengan doa ku yang tulus semoga kau tak berlarut dalam keegoisanmu itu, semoga kau sadar ada yang tak bisa kau beli dengan uang dalam kehidupan ini, dan kau akan tahu disuatu hari nanti Apa Yang Tak Bisa Dibeli dengan Uang.