Tampilkan postingan dengan label bahagia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label bahagia. Tampilkan semua postingan

Rabu, 27 April 2011

Layang Layang

Memandang bocah-bocah kecil, bermain layang laying di lapangan basket depan rumah seru rasanya .mereka begitu asik dan sibuk memainkan layang-layangnya. sibuk menarik-ulur benang-benang layangan nya walaupun panas terik menyoroti satu persatu wajah-wajah mereka..namun terpancar kegembiraan di raut muka mereka,

Salah satu dari mereka duduk di tepi lapangan, dan anak lainnya nya pun berteriak, ayoo rian buruaan sini main, banyak musuhnya tuh dan tidak berapa lama, bocah yang dipanggil Rian tadi berlari ke lapangan bergabung bersama teman temannya yang lain..

Aku pun terhenyak melihat kelakuan bocah-bocah itu seperti melihat diriku sendiri saat masa kecil dulu…aku yang sering dimarahin mama & papa karena suka ikut ikutan kakak ku main layang2…hahhaaa…saat dia main layangan aku suka ngintil…hihiihii..walupun Cuma disuruh megangin layangan nya saat layangan akan diterbangkan….niih pegangin layangannya..munduran lagi sanaa….dan begitu layang2 itu diterbangkan, aku biasanya suka ngotot minta aku yang pegang talinya…yang ada biasanya aku sering diomelin niih kalau sudah dikasih memegang kendali tali layang layang nya..karena sudah bisa dipastikan layang2 nya pasti nyangkut dan putus…hahhahaa

Juga teringat saat jagoan jagoanku masih kecil, saat mereka ingin bermain layangan, mama yaini selalu dapet tugas bagian megangin layangannya…hehee

Memandang masak kanak-kanak memang sungguh indah,tak ada beban pikiran,tak pernah berpikir nanti bagaimana?mau jadi apa?yang penting bermain..itulah enak nya jadi anak-anak….Ada Kebahagiaan,Kegembiraan,Keriangan,dan Kebebasan…

Jika di pikir-pikir Hidup bagaikan bermain layang-layang…

Sebelum kita memulai menerbangkan layang-layang kita harus tahu kemana arah angin bertiup,begitu pun hidup,sebelum kita memulai segala sesuatu kita harus tahu kemana akan melangkah,tujuan kita melangkah itu yang harus kita pikirkan…

Setelah layang-layang bisa di terbangkan dan layang-layang pun menari-nari di angkasa raya,kita pun harus senantiasa memainkan benang nya,ditarik kemudian di ulur/dilepaskan supaya layang-layang tersebut bisa seimbang dan dapat kita kendalikan,di sini di butuhkan keterampilan dalam memainkan nya…dalam hidup pun kita harus bisa senantiasa seimbang,harus tahu kapan waktu nya untuk menarik dan kapan waktu nya untuk melepaskan.

Mengapa layang-layang bisa terbang?

Karena ada angin dan ia berani melawan angin itu! Ya, angin membawa layang-layang naik hingga tinggi ke awan. Dan hanya dengan berani melawan angin, maka layang-layang itu bisa terus terbang dengan terarah. Layang-layang yang mengikuti arah angin adalah layang-layang yang putus, dan akan jatuh.

Kadang kita begitu takut saat angin cobaan datang menerpa. Kalau boleh meminta, kita tidak berharap mengalami masalah, kesulitan, dan tekanan hidup. Sebaliknya, kita ingin jalan kita lurus dan mulus seperti jalan tol.

Dan saat-saat paling menegangkan dalam permainan layang-layang adalah dimana layang-layang kita di adu dengan layang-layang orang lain.(permainan layang-layang jika hanya bermain sendiri sangat tidak menyenangkan)

Disini di butuhkan strategi,bagaimana supaya layang-layang kita mampu bertahan dari terjangan musuh.keterampilan memainkan layang-layang,gelasan dengan kwalitas yang bagus dan bantuan Angin yang bertiup menjadi kunci untuk jadi pemenang dalam beradu layang-layang.

Begitu pun hidup,kita butuh strategi untuk mampu bertahan dalam persaingan yang semakin sengit dewasa ini,di samping itu keterampilan-keterampilan pun sangat kita butuhkan,dan juga yang tak kalah lebih penting adalah mengharapkan Pertolongan Tuhan dalam menghadapi hidup

Bila hidup dihadapkan pada situasi atau keadaan yang sangat menakutkan, tak ada jalan lain kecuali harus memilih. Apakah kita akan seperti layang-layang yang berani melawan angin, atau mengikuti arus angin saja? Memang yang kedua lebih mudah. Ya, lebih mudah bagi kita untuk menyerah dalam situasi sulit..

Janganlah takut jika hari ini angin yang sepoi-sepoi tiba-tiba menjadi badai. Tetaplah kuat Jangan buru-buru menyalahkan angin besar yang menerpa layang-layang kita, sebab kita justru akan segera melihat awan, langit indah, dan pemandangan menakjubkan

ANGIN TIDAK PERNAH MENJADI MUSUH LAYANG-LAYANG ANGIN SELALU MENJADI SAHABAT TERBAIK LAYANG-LAYANG

Remote Controlnya Dimanam

Disuatu malam saya dan si sulung asik nnton TV, karena tidak ada acara yang bagus, jari jemari saya sibuk memencet tombol tombol remote control TV, kadang remote control juga menjadi ajang rebutan kami berdua.saat remote ada di tangan saya dan si kakak tidak menyenangi acara yang di tayankan, biasanya dia rebut deeh…aah ganti dong maa..bosen aah berita melulu..capee deeh..namun saya sedang menikmati tayangan berita itu, tinggalah dia manyun…aaah ya udah..aku nonton di kamar aja deeh,…bebas milih dan nentuin chanel yang mau aku liat…

Haappp..bukankah lakon kehidupan juga layaknya remote control TV kita bisa memencet tombol yang kita mau, kita bisa memilih chanel apa yang akan kita lihat , mau nonton berita, mau nonton film, mau sibuk mengikuti bola ditendang tending..atau apapun tayangan nya semua bisa saya pilih sesuka hati,

Sayangnya kebanyakan kita banyak memilih menjadi TV dan membiarkan orang lain yang memegang remote control hidup kita , bahagia kita tergantung apa yang orang lain lakukan untuk kita , ketika dipuji orang kita bahagia dan sedih ketika di kritik, sering kali yang menentukan kita bahagia atau tidak, adalah orang lain, lingkungan, kondisi keuangan dll.

Siapa yang menentukan perasaan kita ? kita sendiri atau orang lain ?

Seharusnya yang menentukan perasaan kita adalah diri kita sendiri, seperti si remote control Idealnya remote kontrol kita seharusnya kitalah yang membawa sendiri namun sering kali tanpa disadari, kita menyerahkan remote kontrol kita kepada orang lain. Dan orang itu dapat dengan bebas menekan tombol2 remote tsb. Dimana orang itu contoh hanya menekan tombol bahagia dan mengarahkan ke diri kita seketika itu kita akan bahagia. Saat orang yang memegang remote control kita menekan tombol susah dan mengarahkan ke kita maka kita mengikuti seperti yang diinginkannya .

Jadi boleh dibilang bahagia nya kita tergantung semua yang diluar diri, padahal bukankah “bahagia itu ada didalam diri saya, dan saya sendiri yang memegang remote controlnya, pencet sekarang pilih channel bahagia maka saya bahagia selesai urusan

remote control itu seharusnya ada ditangan kita bukan ditangan orang lain yang membuat kita menjadi robot orang lain .

Dan yang lebih parah adalah ketika kita membiarkan remote control hidup kita dipegang oleh seseorang yang begitu mempesonakan kita, waah waah jka sampai di tahap ini bukan hanya jadi robot tapi menjadi sapi dicucuk hidungnya lebih tepat, kita menjadi orang lain, menjadi seperti yang orang lain mau atas diri kita, kita akan menerima saja apa yang orang itu katakan, apa yang orang itu pikirkan tentang kita maka kita yakini itu benar dan akan terjadi, ohooohoho kita sudah dicuci otak nih kalo gini, gawat.

Kalau orang lain bilang kita gak mampu melakukan , kita bodoh maka kita menjadi letoy, gak semangat, fisik kita membenarkan bahwa kita gak mampu, padahal kita thau kita mampu terus kenapa dong masih terpengaruh dengan omongan sang pesona, toh dia juga bukan ALLAH yang memegang takdir saya, jadi harusnya saya adalah saya, dia adalah dia, gak akan ketuker tuh :)

Ada banyak pilihan yang bisa membuat saya bahagia dan itu ada didalam diri saya, tidak ada seorang pun di dunia ini yang bertanggung jawab atas kebahagiaan saya selain diri saya sendiri kan yah? Kesuksesan, kekayaan,harta melimpah sahabat sejati, cinta sehidup semati, uang, hobi, pekerjaan yang asik, katakanlah saya punya semua itu bisa jadi saya tetap gak bahagia, namun bisa jadi kita belum memiliki harta yang melimpah, uang yang banyak tapi kita bahagia… ,

jadi sebenarnya

Bahagia atau tidaknya hidup saya bukan ditentukan oleh seberapa kaya diri saya, seberapa cantiknya saya, atau sesukses apa hidup saya, bahagia adalah pilihan saya sendiri… “

Ayo pegang remote control hati kita masing masing dan pilihlah tombol bahagia bukan nelangsa pilih tombol sesuka yang kita mau, kita bebas memilih kok, karena pilihan ditangan kita sendiri

salam

Irma Sustika