Tampilkan postingan dengan label Life For Happiness. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Life For Happiness. Tampilkan semua postingan

Selasa, 17 Juli 2012

Hidup Adalah permainan, bermainlah dengan Riang & penuh rasa syukur


Ach..ko rasanya seperti menyepelekan arti hidup dan kehidupan ini yaa..Tapi sungguh dengan menulis artikel ini saya tidak bermaksud demikian apalagi menisbikan Tuhan  yang telah menganugerahkan sebentuk kehidupan yang begitu sempurna sebagai hamba yang bernama manusia.

Saya lebih menujukan artikel ini untuk melihat ini dengan lebih ”ringan” agar terasa ringan beban hidup ini, meski terlalu berat beban hidup yang sedang anda alami.

Apa yang terlintas di benak anda ketika mendengar kata ‘permainan’?  kok aneeh banget sih, wong idup udah susah gini kok dibilang permainan, emang dolanan opo yoo..kok aneeh banget siih   wong kita sudah gedubrakan sana sini kok dianggep dolanan ? Dan kalau kita baca koran, dengar berita di TV betapa ratusan bahkan ribuan orang meninggal tragis di merapi, mentawai, Japan dan bahkan di tempat lainnya, musibah datang dimana mana, trilyunan duit beredar ditelan para koruptor , tragedy terjdi dimana mana, perang hadir dimana mana dan semua riil terasa… dan sama sekali nggak kelihatan seperti main-main. Kok ya dibilang permainan ? .

Pasti anda pernah mendengar ayat yang berbunyi

 ”Seungguhnya kehidupan dunia hanyalah permainan dan sendau gurau. Dan jika kamu bermain serta bertaqwa, (maka) Allah akan memberikan pahala kepadamu, dan dia tidak meminta-minta hartamu’ (QS Muhammad, ayat 36). 

Note that : hidup adalah permainan. Waw, apakah ini berarti yang kita lakukan selagi hidup ini adalah bermain dan bersenang – senang?

Yach, saya sangat suka mengulang-ulang  ayat tersebut sambil mencoba menghayati permainan hidup yang sedang saya alami, sama seperti yang pernah saya alami hamper  4 tahun lalu (hmm tak terasa sudah 3 tahun), saat Dimas pangeran bungsuku kembali ke pangkuan Ilahi secara tiba tiba akibat kecelakaan korban tabrak lari.yang sempat menggoyangkan hidupku untuk beberapa lama. Saat itu aku berpikir, masya allah sungguh besar kekuatanMu, hanya dalam  hitungan jam , pangeran yang selalu ada dalam kehidupan ku harus meninggalkan kami semua.
Dalam setiap dialog ku denganNya seolah Dia mengingatkan akan peranku   ”hei Ir, kau saksikan kuasaku, aku hanya mengambil yang aku titipkan padamu, ayo kau tetap harus memainkan  peranmu”.

Ya...kenapa saya harus mundur, saya harus ambil bagian dalam permainan ini, Engkau masih menyisakan ”Harta “ besar, engkau masih mempercayaiku menitipkan milikMU, seorang Angga sulungku yang masih harus aku bimbing dan hantarkan menuju masa depannya,
Permainan hidup memang bisa  menjadi menyenangkan, menyedihkan, menjengkelkan, menyusahkan ataupun menggilakan sengat tergantung bagaimana aku  menyikapi permainan ini.

Bagiku hidup juga ibarat permainan monopoly…hmmm

Tentu kita pernah bermain monopoly? permainan yang sederhana, bukan? Kita hanya perlu melempar dadu kemudian melangkahkan poin pada papan monopoly sesuai dengan nilai yang keluar pada dadu. Setelah maju beberapa langkah, kita akan berhenti di atas kotak yang menenjukan suatu kondisi atau keadaan tertentu. Kondisi tersebut dapat membaut kita berpikir sejenak untuk mengambil keputusan apakah kita akan menjalankannya atau tidak karena mempengaruhi permainan selanjutnya.

Pernahkah kita menyadari bahwa kita kadangkala tidak berbeda jauh dengan permainan monopoly?loh kooo…apa lagi sih ini…

Pertama, pada awal permainan kita selalu diberikan uang sebagai modal dasar. Uang tersebut dapat bertambah banyak namun dapat juga berkurang jumlahnya tegantung bagaimana cara kita untuk mengelola uang tersebut.
Begitu juga dalam hidup ini, kita terlahir dengan memiliki kemampuan dan potensi diri serta talenta yang telah di karuniakan oleh Allah SWT. Potensi ini akan semakin menjadi baik dan berkembang jika kita mau berusaha untuk mengelolanya secara maksimal. Namun jika tidak, maka potensi yang kita memiliki tidak akan terlihat dan tidak dapat berkembang yang pada akhirnya akan menentukan keberhasilan kita dalam meraih impian, cita-cita dan tujuan kita dalam hidup kita ini.

Kedua, dalam permainan monopoly kadang kita berhenti tepat di atas kotak yang bertuliskan apakah kita ingin membeli "sesuatu sebagai bahan investasi" atau tidak. Disini kita berfikir berbagai macam pertimbangan sebelum kita memutuskannya.
Demikian pula halnya dalam kehidupan ini, kita sering di hadapkan pilihan yang harus kita putuskan, apakah akan kita jalani atau tidak yang pada akhirnya akan menentukan langkah hidup kita selanjutnya.

Ketiga, kadang dalam permainan monopoly kita harus berjalan sesuai dengan nilai yang keluar pada dadu yang kita lempar tanpa bisa memilih, sampai kita mendapatkan kesempatan untuk mengocok dadu kembali.
Demikian pula halnya dalam kehidupan, kita tidak diberikan suatu pilihan A atau B sehingga mau tidak mau kita harus menghadapi dan menerima kenyataan tersebut. Namun kita tidak boleh lupa bahwa kita pasti akan diberikan kesempatan yang dapat kita pakai untuk memperbaiki keadaan hidup kita.

Keempat, dalam permainan monopoly kita akan tampil sebagai pemenang jika kita berhasil mengelola modal dasar yang diberikan dan berhasil melipatgandakannya.
Demikian pula dalam hidup kita ini kita sering tampil sebagai pemenang jika berhasil mengelola potensi yang ada dalam diri kita dengan seoptimal mungkin dan berhasil melipatgandakan talenta yang kita miliki sampai pada akhirnya kita berhasil meraih tujuan hidup kita.

Apakah saat ini kita sudah tampil sebagai pemenang dalam permainan monopoly yang sedang kita mainkan? Apakah kita sudah berhasil mengatasi masalah yang tiimbul dalam  kehidupan kita ? pekerjaan, bisnis, persahabatan, cinta dan keluarga kita? Marilah kita berusaha memenangkan permainan nya dengan tidak berhenti untuk mencoba dan mencoba lagi sampai kita berhasil.
Jadi, ketika kita  memaknai hidup ini  sebagai permainan, maka kita akan menyadari  bahwa:

* Kita dapat menikmati hidup apapun yang terjadi. - Susah senang bisa anda nikmati.  Menikmati kesenangan tentu sudah biasa, tapi menikmati kesusahan?  Nah, di situlah letak keasyikan permainan hidup ini.

* Kita  dapat memperbaiki hidup kita. - Memperbaiki kesalahan-kesalahan tanpa terbebani olehnya.  Karena kesalahan adalah hasil tindakan.  Dan tindakan adalah muara dari bergeraknya potensi-potensi anda.  Jadi, apa salahnya dengan kesalahan?  Ia sudah terjadi.  Kenapa harus disalahkan ,  Tak ada gunanya.

* Kita berada di suatu tingakatan  permainan tertentu dengan berbagai masalah dan tantangannya. - Dengan terus main, kita akan mampu  melewati tingkatan tersebut dan  memasuki tingkatan  baru yang lebih mengasyikkan.

* Semua orang di dunia ini adalah kawan-kawan kita. - Kita akan menemukan bahwa sebenarnya orang-orang di sekeliling kita  – apakah mereka baik atau buruk sikapnya – mereka adalah kawan main dalam game of life kita . Emang mau kita bermain tanpa lawan ?   Dengan lawan yang sepadan, pastinya permainan akan lebih menggairahkan.  Karena itu, pada hakikatnya semua orang adalah kawan ‘main’ kita.

 * Kita bisa hidup penuh ketenangan.-harena kita menyadari bahwa kita  adalah pemain yang sebenarnya tak punya apa-apa. hanya diberi hak untuk bermain.  Orang yang tak punya apa-apa tidak akan kehilangan apa-apa. 
 Inilah anugerah yang luar biasa dari Yang Maha Kuasa.  Tidak punya apa-apa, tapi boleh main dan menikmatinya.   Wow…

* Ada aturan-aturan main yang justru membuat kita bebas.- Ada aturan dalam setiap permainan, termasuk permainan hidup.  Aturan ini ada agar para pemain bisa bebas bermain.  Tanpa aturan, pada hakikatnya tidak ada kebebasan.

* Kita menjadi pemain, bukan korban permainan. - Kita adalah pemegang kendali kehidupan kita .  Berbeda dengan orang-orang yang tidak menjadi pemain.  Mereka seperti robot yang tak punya kendali atas diri mereka sendiri.   Mereka dikendalikan oleh tiga hal : orang lain, hal-hal yang mereka miliki dan hal-hal yang terjadi pada diri mereka.  Para pemain sebaliknya.

Karena itu, jadilah pemain.  Ambil keputusan tegas untuk menjadi pemain.  Hidup anda dan diri anda sendiri terlalu berharga bila anda hanya menjadi korban permainan.  Jadilah pemain.

Buat orang-orang di sekitar anda untuk menjadi pemain juga.  Jangan buat mereka menjadi korban permainan anda.  Bila anda melakukannya, akan datang saatnya ketika anda yang menjadi korban.  Tidak ada yang lebih tragis dari seorang pemain yang mengira dirinya pemain, padahal ia adalah korban. 

Korban siapa? Korban permainannya sendiri. 

Artikel ini saya kutip dari buku saya " LIFE FOR HAPPINESS "

Salam Bahagia

Irma Sustika

#Life For Happiness

Rabu, 27 April 2011

Remote Controlnya Dimanam

Disuatu malam saya dan si sulung asik nnton TV, karena tidak ada acara yang bagus, jari jemari saya sibuk memencet tombol tombol remote control TV, kadang remote control juga menjadi ajang rebutan kami berdua.saat remote ada di tangan saya dan si kakak tidak menyenangi acara yang di tayankan, biasanya dia rebut deeh…aah ganti dong maa..bosen aah berita melulu..capee deeh..namun saya sedang menikmati tayangan berita itu, tinggalah dia manyun…aaah ya udah..aku nonton di kamar aja deeh,…bebas milih dan nentuin chanel yang mau aku liat…

Haappp..bukankah lakon kehidupan juga layaknya remote control TV kita bisa memencet tombol yang kita mau, kita bisa memilih chanel apa yang akan kita lihat , mau nonton berita, mau nonton film, mau sibuk mengikuti bola ditendang tending..atau apapun tayangan nya semua bisa saya pilih sesuka hati,

Sayangnya kebanyakan kita banyak memilih menjadi TV dan membiarkan orang lain yang memegang remote control hidup kita , bahagia kita tergantung apa yang orang lain lakukan untuk kita , ketika dipuji orang kita bahagia dan sedih ketika di kritik, sering kali yang menentukan kita bahagia atau tidak, adalah orang lain, lingkungan, kondisi keuangan dll.

Siapa yang menentukan perasaan kita ? kita sendiri atau orang lain ?

Seharusnya yang menentukan perasaan kita adalah diri kita sendiri, seperti si remote control Idealnya remote kontrol kita seharusnya kitalah yang membawa sendiri namun sering kali tanpa disadari, kita menyerahkan remote kontrol kita kepada orang lain. Dan orang itu dapat dengan bebas menekan tombol2 remote tsb. Dimana orang itu contoh hanya menekan tombol bahagia dan mengarahkan ke diri kita seketika itu kita akan bahagia. Saat orang yang memegang remote control kita menekan tombol susah dan mengarahkan ke kita maka kita mengikuti seperti yang diinginkannya .

Jadi boleh dibilang bahagia nya kita tergantung semua yang diluar diri, padahal bukankah “bahagia itu ada didalam diri saya, dan saya sendiri yang memegang remote controlnya, pencet sekarang pilih channel bahagia maka saya bahagia selesai urusan

remote control itu seharusnya ada ditangan kita bukan ditangan orang lain yang membuat kita menjadi robot orang lain .

Dan yang lebih parah adalah ketika kita membiarkan remote control hidup kita dipegang oleh seseorang yang begitu mempesonakan kita, waah waah jka sampai di tahap ini bukan hanya jadi robot tapi menjadi sapi dicucuk hidungnya lebih tepat, kita menjadi orang lain, menjadi seperti yang orang lain mau atas diri kita, kita akan menerima saja apa yang orang itu katakan, apa yang orang itu pikirkan tentang kita maka kita yakini itu benar dan akan terjadi, ohooohoho kita sudah dicuci otak nih kalo gini, gawat.

Kalau orang lain bilang kita gak mampu melakukan , kita bodoh maka kita menjadi letoy, gak semangat, fisik kita membenarkan bahwa kita gak mampu, padahal kita thau kita mampu terus kenapa dong masih terpengaruh dengan omongan sang pesona, toh dia juga bukan ALLAH yang memegang takdir saya, jadi harusnya saya adalah saya, dia adalah dia, gak akan ketuker tuh :)

Ada banyak pilihan yang bisa membuat saya bahagia dan itu ada didalam diri saya, tidak ada seorang pun di dunia ini yang bertanggung jawab atas kebahagiaan saya selain diri saya sendiri kan yah? Kesuksesan, kekayaan,harta melimpah sahabat sejati, cinta sehidup semati, uang, hobi, pekerjaan yang asik, katakanlah saya punya semua itu bisa jadi saya tetap gak bahagia, namun bisa jadi kita belum memiliki harta yang melimpah, uang yang banyak tapi kita bahagia… ,

jadi sebenarnya

Bahagia atau tidaknya hidup saya bukan ditentukan oleh seberapa kaya diri saya, seberapa cantiknya saya, atau sesukses apa hidup saya, bahagia adalah pilihan saya sendiri… “

Ayo pegang remote control hati kita masing masing dan pilihlah tombol bahagia bukan nelangsa pilih tombol sesuka yang kita mau, kita bebas memilih kok, karena pilihan ditangan kita sendiri

salam

Irma Sustika

Jumat, 19 Februari 2010

Belajar Dari Kegagalan Lalat & Kesuksesan semut


Jika ditanya, adakah kegagalan itu? secara Nalar sehat seseorang akan menjawabnya dengan serentak,ya adalaah..masa sih ga ada yang namanya gagal.

Naahhh..Namun di situlah kunci nya.

Gagal dan sukses adalah bagaimana kita mempersepsikan makna gagal dan sukses.
Jika seseorang percaya kalau si gagal itu ada , maka ia pasti gagal, tapi sebaliknya, bila tidak mempercayai kegagalan maka ia akan sukses

Ada 3 cara seharusnya pikiran memandang sebuah kegagalan :

Pertama, gagal itu tidak ada.

Yang ada hanyalah hasil-hasil yang belum sesuai harapan. Bila saat ini sedang mengalami kegagalan, anggaplah itu sebagai pijakan kuat dan pelajaran terbaik untuk langkah berikutnya. Sepanjang masih ada usaha, belum bisa dikatakan gagal.

Kedua, gagal itu (baca: hasil yang belum sesuai dengan harapan) itu manusiawi.

Artinya Hanya Tuhan Yang Maha Tidak Pernah Gagal. Dengan kegagalan menjadikan kita mendekat pada Dzat Yang Maha Tidak Pernah Gagal yaitu Tuhan.

Ketiga, gagal itu pelajaran sangat berharga.

Dengan mengalami gagal, bila kita terus berusaha bangkit, kita mendapatkan banyak pelajaran dalam hidup. Manusia hebat adalah manusia yang mau belajar dari kegagalannya. Dibalik kegagalan tersimpan sejuta pengalaman hidup yang tak ternilai harganya.

Trus apa dong hubungannya dengan Lalat?dengan semut ?

Lalat adalah salah satu binatang yang tidak pernah belajar dari kegagalan dan tidak berani mencoba cara lain sehingga bisa meraih sukses.
Orang yang gagal sesungguhnya seperti halnya lalat.

Pernahkan anda melihat lalat berusaha keluar dan terhalang oleh sebuah kaca., sesekali melompat dan menerjang kaca itu, dengan tak kenal menyerah si lalat mencoba keluar dari kaca itu . Lalat itu merayap mengelilingi kaca dari atas ke bawah dan dari kiri ke kanan bolak-balik demikian terus dan terus berulang-ulang. Ia terus membentur-benturkan dirinya tanpa berusaha mencari jalan keluar
Hari makin petang si lalat itu nampak kelelahan dan kelaparan dan esok paginya nampak lalat itu terkulai lemas terkapar di lantai.

Loooh..bukankah lalat itu sudh berusaha ? dia sungguh-sungguh telah berjuang keras berusaha keluar dari pintu kaca itu namun ketika tak juga menemukan jalan keluar, dia frustasi dan kelelahan hingga akhirnya jatuh sekarat .

Pertanyaan nya, kenapa lalat itu gagal walaupun dia sudah berusaha sungguh2 & berusaha keras ?? kenapa tidak berhasil ? apanya yang salah ?


Berulang kali si lalat menggunakan cara-cara yang sama walaupun gagal untuk dilaluinya.

Akibatnya....?

lalat akan mati karena karena kehabisan tenaga dan mubazir menggunakan potensi dirinya.

Hal ini sangat berbeda jika kita melihat semut.....
Pernah liat semut saat dia terhalang mencapai tujuan nya?
Semut selalu berusaha mencari alternatif-alternatif jalan untuk meraih tujuannya. Jika terhalang maka ia akan berusaha mencari jalan terbaik dan terdekat baginya untuk memperoleh apa yang menjadi tujuannya.

Bagaimana dengan anda dalam menyikapi hambatan..? mau berusaha seperti lalat yang tak kenal menyerah dan telah mencoba berulang kali, hanya saja dia melakukannya dengan cara-cara yang sama”
atau seperti semut yang selalu berusaha mencari jalan terbaik, merubah arah dan cara .


Pilihan ada pada diri anda sendiri


Salam

Irma Sustika